Selasa, 18 Januari 2011

Sistem pendukung Keputusan

Pertemuan 1 Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Dicition Support System (DSS)Tipe-tipe keputusan
1.Keputusan terprogram (struktur)
- Dibuat menurut kebiasaan, aturan, prosedur; tertulis maupun tidak
- Bersifat rutin, berulang-ulang
2.Keputusan tak terprogram (tidak terstruktur)
- Mengenai masalah khusus, khas, tidak biasa
- Kebijakan yang ada belum menjawab
- Mis. Pengalokasian sumber daya

Teknik Keputusan Terprogram
1.Tradisional
- Kebiasaan
- Mengikuti prosedur baku
- Saluran informasi disusun dengan baik
2.Modern
- Menggunakan teknik “operation research”:
- Formula matematika
- Simulasi komputer
- Berdasarkan pengolahan data berbantu komputer

Teknik Keputusan Tak Terprogram
1.Tradisional
- Kebijakan intuisi berdasarkan kreativitas
- Coba-coba
- Seleksi dan latihan para pelaksana
2.Modern
- Teknik pemecahan masalah yang diterapkan pada :
- Latihan pembuatan keputusan
- Penyusunan program komputer empiris

SPK bersifat karaktristiknya :
- dalam situasi semiterstruktur atau terstruktur yang dilakukan secara bersama-sama antara keputusan dari pengambil keputusan dengan informasi terkomputerisasi.
- Dukungan untuk semua level menejerial, mulai dari eksekutif tingkat atas sampai kelas manajer
- Dukungan untuk semua individu dalam kelompok
- Keputusan dapat diambil sekali, beberapa kali atau berulang 
- Mendukung dalam semua tahap proses pengambilan keputusan
- Mendukung dalam beberapa model pengambilan keputusan
- Bersifat adaptif dan fleksibel
- Mudah dan nyaman digunakan
- Meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan
- Dikendalikan sepenuhnya oleh pengambil keputusan selama proses penyelesaian masalah
- Sistem dapat dikembangkan dengan mudah
- Memiliki kemampuan untuk menganalisis situasi pengambilan keputusan
- Memiliki kemampuan untuk mengakses data dari berbagai sumber, berbagai format, tipe, dll
- Dapat digunakan sebagai perangkat yang bersifat standalone, terintegrasi atau berbasis web

Kategori SPK
Turban (2005) mengkategorikan model sistem pendukung keputusan dalam tujuh model, yaitu:
1.Model optimasi untuk masalah-masalah dengan alternatif-alternatif dalam jumlah relatif kecil.
- Model ini akan melakukan pencarian terhadap solusi terbaik dari sejumlah alternatif.
- Teknik-teknik untuk penyelesaian masalah ini antara lain dengan menggunakan tabel keputusan atau pohon keputusan.
2.Model optimasi dengan algoritma.
- Model ini akan melakukan pencarian terhadap solusi terbaik dari banyak alternatif.
- Proses pencarian dilakukan tahap demi tahap.
- Teknik-teknik untuk penyelesaian masalah ini antara lain dengan menggunakan linear programming atau model matematika yang lainnya, atau menggunakan model jaringan.
3.Model optimasi dengan formula analitik.
- Model ini akan melakukan pencarian terhadap solusi hanya dengan satu langkah melalui rumus tertentu.
- Model seperti ini banyak dijumpai pada masalah-masalah inventory.
4.Model simulasi.
- Model ini akan melakukan pencarian terhadap solusi cukup baik atau solusi terbaik pada beberapa alternatif yang akan diuji dalam penelitian.
- Model ini lebih banyak digunakan untuk beberapa tipe simulasi.
5.Model heuristik.
- Model ini akan melakukan pencarian terhadap solusi yang cukup baik melalui serangkaian aturan (rules).
- Model ini lebih banyak direpresentasikan dengan menggunakan pemrograman heuristik atau sistem pakar
6.Model prediktif.
- Model ini akan melakukan prediksi untuk masa depan apabila diberikan skenario tertentu.
- Model ini lebih banyak direpresentasikan dengan menggunakan model peramalan (forecasting) atau analisis Makov
7.Model-model yang lainnya.  
- Model ini akan menyelesaikan kasus what-if menggunakan formula tertentu.
- Model ini lebih banyak digunakan pada pemodelan keuangan atau konsep antrian.

Komponen DSS
1.Haag, dkk (2000)
- Manajemen data (internal atau eksternal)
- Manajemen model (merepresentasikan kejadian, fakta, atau situasi)
- Manajemen antarmuka (menghubungkan antara pengguna dan sistem)
2.Power (2002)
- Antarmuka
- Basisdata (internal atau eksternal)
- Model & peralatan analisis (algoritma untuk membuat keputusan berdasarkan informasi pada basisdata yang direpresentasikan dalam bentuk tabel atau graf)
- Arsitektur DSS dan jaringan.
3.Hättenschwiler (1999)
- User dengan perbedaan hak akses & fungsi dalam pengambilan keputusan
- Konteks keputusan
- Target sistem yang menggambarkan keutamaan preferensi
- Basis pengetahuan (sumber data eksternal, basisdata pengetahuan, data warehouses dan meta-databases, metode & model matematis, prosedur, inferensi, program administratif, dan sistem pelaporan
- Lingkungan kerja untuk persiapan, analisis, dan dokumentasi alternatif.
4.Marakas (1999)
- Sistem manajemen data
- Sistem manajemen model
- Knowledge engine
- Antarmuka
5.Pengguna
- Holsapple dan Whinston (1996)
- Text-oriented DSS,
- Database-oriented DSS,
- Spreadsheet-oriented DSS,
- Solver-oriented DSS,
- Rule-oriented DSS, dan
- Compound DSS.
6. Haag (2004)
- Manajemen Model
- Manajemen Data
- Manajemen antarmuka
7.Turban, dkk (2005)
- Manajemen data
- Manajemen model
- Model-model eksternal
- Subsistem berbasis pengetahuan
- Antarmuka pengguna

a.Subsistem Manajemen Data
- DSS database
- Database Management Syst
- Data dictionary
- Query facility

b.Subsistem Manajemen Model (MMS)
- Subsistem manajemen model, merupakan paket perangkat lunak yang berisi statistik, ilmu manajemen, atau model kuantitatif lainnya yang mampu memberikan kapabilitas analitik bagi sistem.

c.Subsistem User Interface
- Subsistem antarmuka, yang digunakan oleh pengguna untuk berkomunikasi dengan sistem.
- Untuk sistem berbasis web, web browser digunakan untuk keperluan tersebut

d.Subsistem manajemen berbasis pengetahuan
- Subsistem manajemen berbasis pengetahuan, yang digunakan untuk mendukung subsistem-subsistem yang lainnya.
- Beberapa metode dalam kecerdasan buatan dapat digunakan untuk keperluan tersebut.

Kapabilitas DSS
- Secara umum, DSS harus memiliki kemampuan untuk:
- Digunakan dengan mudah
- Mengakses berbagai sumber, tipe dan format data untuk berbagai permasalahan
- Mengakses berbagai kemampuan analisis dengan beberapa saran dan panduan.

Kemampuan Antarmuka
- Berbagai format dan peralatan output
- Berbagai peralatan input dari pengguna
- Berbagai gaya dialog
- Mendukung komunikasi antar pengguna dan pengembang
- Mendukung pengetahuan dari penguna
- Tersedia dialog untuk capture, penyimpanan dan analisis
- Dukungan dialog yang fleksibel & adaptif.

Kemampuan Data
- Data dengan berbagai tipe & format
- Ekstraksi, capture dan integrasi
- Fungsi akses data
- Fungsi manajemen basisdata
- Tersedianya berbagai cara pandang data secara logis
- Dokumentasi data
- Melakukan tracking terhadap penggunaan data
- Mendukung fleksibilitas dan adaptasi data

Kemampuan Model
- Kepustakaan model terkait aturan basis model
- Fasilitas pembangun model
- Manipulasi model
- Fungsi manajemen basis model
- Dokumentasi model
- Tracking penggunaan model
- Dukungan terhadap fleksibilitas & adaptasi model

Pertemuan ke-2 PENGAMBILAN KEPUTUSAN, SISTEM, PEMODELAN, DAN DUKUNGAN 
Pengambilan keputusan adalah proses pemilihan, diantara pelbagai alternatif aksi yang bertujuan untuk memenuhi satu atau beberapa sasaran.
 4 fase: (1) intelligence, (2) design, (3) choice, and (4) implementation. Fase 1 sampai 3 merupakan dasar pengambilan keputusan, yang diakhiri dengan suatu rekomendasi.
 Sedangkan pemecahan masalah adalah serupa dengan pengambilan keputusan (fase 1 sampai 3) ditambah dengan implementasi dari rekomendasi (fase 4).
 Pemecahan/penyelesaian masalah tak hanya mengacu ke solusi dari area masalah/kesulitan-kesulitan tapi mencakup juga penyelidikan mengenai kesempatan-kesempatan yang ada.

DSS, GDSS, EIS, dan ES melibatkan satu istilah: sistem.
- Sistem adalah kumpulan dari obyek-obyek seperti orang, resources, konsep, dan prosedur yang ditujukan untuk melakukan fungsi tertentu atau memenuhi suatu tujuan.
- Koneksi antara dan interaksi diantara sub sistem disebut dengan antarmuka/interface.
- Sistem terdiri dari: Input, Proses, dan Output.
- Input adalah semua elemen yang masuk ke sistem. Contohnya adalah bahan baku yang masuk ke pabrik kimia, pasien yang masuk ke rumah sakit, input data ke komputer.
- Proses adalah proses transformasi elemen-elemen dari input menjadi output.
- Output adalah adalah produk jadi atau hasil dari suatu proses di sistem.

Feedback adalah aliran informasi dari komponen output ke pengambil keputusan yang memperhitungkan output atau kinerja sistem. Dari informasi ini, pengambil keputusan, yang bertindak sebagai pengontrol, bisa memutuskan untuk memodifikasi input, atau proses, atau malah keduanya.
 Environment/lingkungan dari sistem terdiri dari berbagai elemen yang terletak di luar input, output, atau pun proses. Namun, mereka dapat mempengaruhi kinerja dan tujuan sistem. Bila suatu elemen memiliki hubungan dengan tujuan sistem serta pengambil keputusan secara signifikan tak mungkin memanipulasi elemen ini, maka elemen tersebut harus dimasukkan sebagai bagian dari environment. Contoh: sosial, politik, hukum, aspek fisik, dan ekonomi.

Boundary/batas adalah pemisah antara suatu sistem dengan environment-nya. Sistem ada di dalam boundary, dimana environment ada di luarnya. Bisa secara fisik, misal: sistem adalah sebuah departemen di Gedung C; atau non fisik, misal: suatu sistem di batasi oleh waktu tertentu.
 Sistem tertutup (Closed System) adalah sistem yang merepresentasikan derajat kemandirian dari sistem. Sistem ini secara penuh mandiri, tak tergantung sama sekali.
Sistem terbuka (Open System) sangat tergantung pada lingkungannya. Sistem ini menerima input (informasi, energi, material) dari lingkungannya dan bisa juga memberikan outputnya kembali ke lingkungan tersebut

Model
Karekteristik utama dari DSS adalah adanya kemampuan pemodelan.
Model adalah representasi sederhana atau penggambaran dari kenyataan.
 Terdapat 3 jenis model:
1. Iconic (Scale). Replika fisik dari sistem, biasanya dalam skala tertentu dari bentuk aslinya. GUI pada OOPL adalah contoh dari model ini.
2. Analog. Tak seperti sistem yang sesungguhnya tetapi berlaku seperti itu. Lebih abstrak daripada model Iconic dan merupakan representasi simbolis dari kenyataan. Contoh: bagan organisasi, peta, bagan pasar modal, speedometer.
3. Matematis (Kuantitatif). Kompleksitas hubungan dalam sistem organisasi tak dapat direpesentasikan dengan Iconic atau Analog, karena kalau pun bisa akan memakan waktu lama dan sulit. Analisis DSS menggunakan perhitungan numerik yang dibantu dengan model matematis atau model kuantitatif lainnya.

Keuntungan Model
Di bawah ini adalah alasan utama mengapa MSS menggunakan model:
1. Biaya analisis model lebih murah daripada percobaan yang dilakukan pada sistem yang sesungguhnya.
2. Model memungkinkan untuk menyingkat waktu. Operasi bertahun-tahun dapat disimulasikan dalam hitungan menit di komputer.
3. Manipulasi model (perubahan variabel) lebih mudah dilakukan daripada bila diterapkan pada sistem nyata. Selanjutnya percobaan yang dilakukan akan lebih mudah dilakukan dan tak mengganggu jalannya operasi harian organisasi.
4. Akibat yang ditimbulkan dari adanya kesalahan-kesalahan sewaktu proses trial-and-error lebih kecil daripada penggunaan model langsung di sistem nyata.
5. Lingkungan sekarang yang makin berada dalam ketidakpastian. Penggunaan pemodelan menjadikan seorang manajer dapat menghitung resiko yang ada pada proses-proses tertentu.
6. Penggunaan model matematis bisa menjadikan analisis dilakukan pada kemungkinan-kemungkinan solusi yang banyak sekali, bahkan bisa tak terhitung. Dengan adanya komunikasi dan teknologi canggih sekarang ini, manajer akan seringkali memiliki alternatif-alternatif pilihan.
7. Model meningkatkan proses pembelajaran dan meningkatkan pelatihan.

Proses Pemodelan
Berikut ini adalah proses yang terjadi pada pemodelan:
 - Trial and error dengan sistem nyata. Tapi ini tak berjalan bila:
1. Terlalu banyak alternatif untuk dicoba.
2. Akibat samping dari error yang terjadi besar pengaruhnya.
3. Lingkungan itu sendiri selalu berubah.
 - Simulasi.
 - Optimisasi
 - Heuristic.
 - Proses pengambilan keputusan.

Intellegence Phase.
Proses yang terjadi pada fase ini adalah:
 - Menemukan masalah.
 - Klasifikasi masalah.
 - Penguraian masalah.
 - Kepemilikan masalah.

Design Phase
Tahap ini meliputi pembuatan, pengembangan, dan analisis hal-hal yang mungkin untuk dilakukan. Termasuk juga disini pemahaman masalah dan pengecekan solusi yang layak. Juga model dari masalahnya dirancang, dites, dan divalidasi.
Tugas-tugas yang ada pada tahap ini merupakan kombinasi dari seni dan pengetahuan, yaitu:
 - Komponen-komponen model.
 - Struktur model.
 - Seleksi prinsip-prinsip pemilihan (kriteria evaluasi).
 - Pengembangan (penyediaan) alternatif.
 - Prediksi hasil.
 - Pengukuran hasil.
 - Skenario.

Prinsip Pemilihan
Seleksi prinsip-prinsip pemilihan (kriteria evaluasi).
Ada 2 tipe prinsip pemilihan, Normatif dan Deskriptif.
1. Model Normatif.
Mengimplikasikan bahwa alternatif yang terpilih adalah yang terbaik dari semua alternatif yang mungkin. Untuk mendapatkannya, harus mengecek semua alternatif dan membuktikan bahwa satu yang terpilih adalah benar-benar yang terbaik. Proses ini disebut dengan Optimisasi (bisa dilihat di bawah). Pada operasionalnya, optimisasi dapat dicapai dalam 1 diantara 3 cara:
 - Dapatkan level tertinggi pada tujuan yang ingin dicapai (maksimalisasi) dari kumpulan resource yang ada. Sebagai contoh, alternatif mana yang akan menghasilkan profit maksimal dari investasi $1,000,000.
 - Temukan alternatif dengan rasio tertinggi (maksimalisasi) pada tujuan biaya yang ingin dicapai (misal profit per dollar investasi), atau dengan kata lain memaksimalisasikan produktivitas.
 - Temukan alternatif dengan biaya terendah (atau resource lain) yang dapat memenuhi level tujuan yang dibutuhkan (minimalisasi). Sebagai contoh, jika tugasnya adalah membangun suatu produk dengan spesifikasi tertentu, metode mana yang akan bisa mewujudkannya dengan biaya terendah?

Teori keputusan Normatif didasarkan pada asumsi berikut ini:
- Manusia berpikiran ekonomis dalam hal memaksimalkan tujuannya; sehingga pengambil keputusan akan berpikir rasional.
- Dalam pengambilan keputusan, semua alternatif dari tindakan dan konsekuensinya, atau paling tidak probabilitas dan nilai dari konsekuensi tersebut, sudah diketahui.
- Pengambil keputusan mempunyai tugas atau acuan yang memungkinkan mereka meranking konsekuensi analisis yang diinginkan.

Skenario.
Skenario memegang peranan yang penting dalam MSS, karena:
 - Membantu mengidentifikasi pelbagai kesempatan potensial dan/atau daerah permasalahan.
 - Menyediakan fleksibelitas dalam perencanaan.
 - Mengidentifikasi titik puncak perubahan yang seharusnya dimonitor manajer.
 - Membantu memvalidasi asumsi dasar yang digunakan dalam pemodelan.
 - Membantu untuk meneliti sensitivitas dari solusi yang ditawarkan dalam perubahan yang terjadi pada skenario.

Evaluasi: Multiple Goals, Analisis Sensitivitas, “What-If,” dan Pencarian Tujuan.

Multiple Goals.
Analisis multiple goal melibatkan kesulitan-kesulitan di bawah ini:
1. Biasanya sulit untuk mendapatkan statemen eksplisit dari tujuan organisasi.
2. Beberapa partisipan memandang kepentingan (prioritas) dari pelbagai goal dengan cara yang berbeda-beda.
3. Pengambil keputusan merubah kepentingan yang dijadikan tujuan seiring dengan berjalannya waktu atau untuk situasi pengambilan keputusan yang berbeda.
4. Goal dan subgoal dipandang secara berbeda pada level organisasi yang berbeda-beda dan pada departemen yang berbeda pula.
5. Goal itu sendiri bersifat dinamis dalam menghadapi perubahan di organisasi dan lingkungannya.
6. Hubungan antara pelbagai alternatif dan akibatnya pada tujuan sulit untuk dikuantifikasikan.
7. Permasalahan yang kompleks dipecahkan oleh kelompok-kelompok pengambil keputusan.

Analisis Sensitivitas.
Mengecek hubungan antara:
- Efek dari ketidakpastian dalam memperkirakan variabel eksternal.
- Efek dari interaksi yang berbeda diantara pelbagai variabel.
- Banyaknya keputusan yang dihasilkan pada kondisi yang berubah-ubah.
- Akibat perubahan di variabel eksternal (uncontrollable) dan parameter pada variabel hasil.
- Akibat perubahan di variabel keputusan pada variabel hasil.
- Revisi model untuk mengeliminasi sensitivitas yang terlalu besar.
- Penambahan detil mengenai pelbagai variabel atau skenario yang sensitif.
- Perolehan perkiraan yang lebih baik dari variabel eksternal yang sensitif.
- Perubahan sistem di dunia nyata untuk mengurangi sensitivitas aktual.
- Menghadapi dunia nyata yang sensitif (dan lalu rapuh), memonitor hasil aktual secara terus menerus dan hati-hati.

Dua tipe analisis sensitivitas:
1. Automatic Sensitivity Analysis. Terdapat model kuantitatif standar seperti linear programming. Sebagai contoh, hal ini bisa memberitahu manajer pada range mana variabel input yang pasti (misal, unit cost) berbeda, tanpa menimbulkan akibat yang signifikan pada solusi yang ditawarkan. Biasanya terbatas pada satu perubahan di saat yang bersamaan, dan hanya untuk variabel yang pasti. Namun demikian hal ini sangat berguna disebabkan kemampuannya yang cepat untuk menentukan range dan batas (dan dengan atau tanpa perubahan kecil pada hasil komputasinya).
2. Trial and Error. Akibat perubahan pada satu/beberapa variabel dapat ditentukan melalui pendekatan trial-and-error. Kita dapat melakukan perubahan pada input data dan mencoba kembali pemecahan masalah. Dengan mengulang hal ini beberapa kali, solusi yang makin lama makin baik akan ditemukan. 2 pendekatan metode ini adalah: “what-if” dan goal seeking.

Faktor Kritis Sukses.
Critical Succes Factors (CSF) berhubungan dengan “Choice”. Merupakan teknis diagnostik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang kritis terhadap pencapaian tujuan organisasi. Semua pihak eksekutif terlibat di sini.
Sekali faktor ini ditentukan maka mudah mengidentifikasi kesenjangan informasi, untuk menemukan kembali faktor-faktor kritis mana yang belum didukung oleh sistem informasi yang sekarang.

Implementasi.
Implementasi dari solusi masalah yang ditawarkan adalah mengawali hal yang baru, atau dalam bahasa modern – pengenalan perubahan.
Proses pengambilan keputusan memang dikendalikan oleh manusia, tapi hal ini dapat berkembang jika didukung oleh komputer.

Dukungan pada Choice Phase.
Suatu DSS menurut definisinya adalah merekomendasikan tetapi tidak membuat suatu pilihan. Sebagai tambahan untuk menggunakan model yang secara cepat mengidentifikasi alternatif terbaik atau “good enough”, DSS dapat mendukung choice phase melalui analisis “what-if” dan goal-seeking. Skenario-skenario yang berbeda dapat dites untuk pilihan yang diinginkan yang bisa memperkuat keputusan akhir.
Sedangkan suatu ES dapat digunakan untuk membantu solusi yang diharapkan sebagai rekomendasi pada solusi yang layak.

Dukungan pada Implementasi Keputusan
Pada fase ini ternyata keuntungan yang didapat dari DSS juga sepenting atau malah lebih penting dibandingkan penggunaan DSS pada fase-fase sebelumnya.
Keuntungannya adalah dalam memberikan ketajaman dan detil dari analisis dan output yang dihasilkan.
Untuk ES, jelas implementasi keputusan di dukung olehnya. Kelebihan ES yaitu ia dapat berfungsi sebagai sistem penasehat berkaitan dengan implementasi masalah ini. Terakhir ES menyediakan training yang menjadikan segala yang diimplementasikan lebih mudah dan mulus.

Human Cognition Manusia dan Gaya Keputusan.
Cognition adalah aktifitas suatu individu dalam mengatasi perbedaan antara cara pandangnya dari dalam lingkungan dan apa yang memang benar-benar ada dalam lingkungan itu. Dengan kata lain, kemampuan untuk mempersepsi dan memahami informasi.
Cognitive style mengacu pada proses subyektif dimana individu mempersepsi, mengorganisasi, dan mengubah informasi selama proses pengambilan keputusan. Gaya ini mulai dari yang paling heuristic sampai yang paling analitis, sehingga banyak kombinasinya.

Gaya Keputusan.
Perilaku pengambil keputusan berpikir dan bereaksi terhadap suatu masalah, bagaimana mereka mempersepsi, respon pemahamannya, nilai-nilai dan kepercayaan yang dianut, berbeda-beda dari satu individu ke individu yang lain dan juga dari situasi ke situasi yang lain. Sehingga tiap orang akan membuat keputusan yang berbeda-beda.
Perilaku bagaimana manajer mengambil keputusan (dan bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain) menjelaskan gaya keputusan mereka. Bisa autocratic atau malah democratic; ada juga yang consultative (dengan orang atau group lain) serta yang lain heuristic.

Pertemuan 3 MANAJEMEN DATA


Sumber Data
sumber data adalah dari: internal, eksternal, dan personal.
 - Internal. Data disimpan dalam satu atau beberapa tempat dalam suatu organisasi. Data ini mengenai orang, produk, services, dan proses. Contoh: data mengenai karyawan dan penggajiannya.
 - Eksternal. Mulai dari database komersial sampai data yang dikumpulkan dari sensor dan satelit. Bentuknya bisa berupa CD-ROM, film, musik, atau suara. Juga gambar, diagram, atlas, dan televisi.
 - Personal. Para pakar dapat memberikan kontribusinya pada MSS untuk perbagai aplikasi tertentu. Contoh: perkiraan penjualan atau opini mengenai kompetitor

Pengumpulan dan Permasalah
Metode pengumpulan data mentah bisa menggunakan cara:
 - Manual. Contoh: metode time studies (selama observasi), survey (menggunakan kuisoner), observasi (misal dengan menggunakan kamera video), meminta pendapat pakar (misal dengan mewawancarainya).
 - Instrumen dan sensor. Digunakan untuk membantu metode manual atau malah kadang dominan peranannya bila cara-cara manual sudah tak mampu lagi.

Database dan Manajemen Database
DBMS didesain untuk sebagai suplemen yang mengijinkan kita dalam mengintegrasikan data dalam skala yang lebih besar, struktur file yang kompleks, pengambilan, pengubahan dan penampilan data secara cepat, dan keamanan data yang lebih baik dari sekedar database biasa.

Software Database
Procedural Languages. Contoh: BASIC, COBOL, FORTRAN, dan Pascal. Diikuti dengan Object-oriented Language: C++, Delphi, Java, C#, PHP, dll.
 Nonprocedural Fourth-generation Language (4GLs). Bahasa utama dalam kebanyakan generator DSS dan pelbagai tool MSS lainnya.
 Problem-oriented Language. Bahasa ini mengijinkan programmer untuk menjelaskan karakteristik masalah yang akan diselesaikan bukannya prosedur-prosedur yang harus diikuti. Contoh: GPSS (General Purpose Simulation Software) digunakan untuk mengkonstruksi model simulasi dan dapat digunakan untuk mengkonstruksi DSS yang besar.

4GLs memiliki keuntungan:
Result-oriented.
- Meningkatkan produktivitas paling sedikit 5 kali lipat sampai sekitar 300 kali lipat untuk pelbagai aktivitas.
- Sebagian besar end-user dapat membangun sistem dengan 4GLs tanpa bantuan perantara, sebab 4GLs dirancang baik untuk spesialis maupun end-user.
- Fourth-generation languages (4GLs) digunakan untuk membangun sistem secara cepat dan murah. Sehingga merupakan tool pengembangan yang efektif.
- Sebagai tool yang digunakan saat suatu MSS atau MSS generator (engine) dibangun, dan dibangunnya itu adalah dari sekedar konsep kasar.
- Sebagai basis dalam pembangunan tool atau komponen yang lain dari suatu MSS; sebagai contoh, satu DBMS dapat dibuat dengan 4GL.
- Sebagai suatu MSS generator untuk membangun aplikasi tertentu.
- Sebagai tool ideal untuk pusat informasi (Information Centers).

Fourth-generation Systems.
DBMS yang digunakan sebagai tool pengembangan dari suatu DSS, biasanya ditulis dalam 4GL dan diintegrasikan dengan pelbagai elemen yang lain.
Contoh dari sistem seperti ini adalah suatu komposisi populer spesial untuk komputer mainframe dan disebut dengan Fourth-Generation System (FGS) yang lengkap. FGS yang lengkap mempunyai pelbagai fitur yang membuat user mudah berkomunikasi dengan komputer, dan buat pembangun DSS membuatnya mudah membangun suatu DSS.

Struktur Database dan SQL.
Relasi diantara pelbagai record individu yang tersimpan dalam database dapat dinyatakan dengan pelbagai struktur lojikal. DBMS didesain dengan menggunakan struktur ini untuk mengeksekusi fungsi-fungsinya.
Relational Database.
Beberapa file data “direlasikan” dengan field data dari dua (atau lebih) file data. Keuntungan dari bentuk ini adalah user mudah untuk mempelajari, data mudah dikembangkan atau diubah, dan mudah diakses dalam pelbagai format tanpa perlu mengantisipasinya pada waktu awal mendesain dan mengembangkannya.
Hierarchical.
Menyusun item data dalam gaya top-down, membuat link lojikal diantara item data yang berelasi. Sehingga mirip seperti pohon, atau bagan organisasi.
Network.
Struktur ini mengijinkan link yang kompleks, termasuk koneksi rumit diantara item-item yang berelasi. Struktur ini disebut dengan model CODASYL. Ini dapat menghemat penyimpanan data dengan men-share-nya pada beberapa item.

Aplikasi Database dan Spreadsheet.
Hal utama yang ada di DMBS adalah manajemen data, yaitu untuk membuat, menghapus, mengubah, dan menampilkan data. DBMS mengijinkan user untuk meng-query data seperti halnya menghasilkan report.
Program spreadsheet berhubungan dengan aspek pemodelan DSS. Ini membantu membuat dan mengatur model, menampilkan kalkulasi berulang pada variabel yang berhubungan, serta melibatkan faktor-faktor matematis, statistik dan keuangan

Enterprise DS dan Information Warehouse
Enterprise computing adalah suatu arsitektur dari sistem komputer terintegrasi yang melayani bermacam-macam kebutuhan suatu enterprise. Ini adalah kerangka kerja berbasis teknologi yang terdiri dari pelbagai aplikasi, hardware, databases, jaringan, dan tool-tool manajemen, dan biasanya berasal dari pelbagai vendor

Keuntungan dari enterprise computing adalah:
Menyediakan pelayanan yang responsif dan handal secara kontinyu.
 Paduan kerjasama yang lebih baik dalam penggabungan solusi client/server baru pada mainframe yang sudah ada. Proses penyatuan ini dapat mencegah pelbagai aplikasi kritis dan mengembangkan misi yang sudah ada.
 Sering dan cepatnya perubahan dan bertambahnya kompleksitas dapat diakomodasikan dengan cepat, tanpa mengganggu ketersediaan sistem dan jaringan.
 Optimasi yang lebih tinggi pada resourses jaringan dan sistem memastikan bahwa pelayanan kualitas yang tinggi dijaga pada biaya terendah yang mungkin.
 Otomatisasi proses manajemen menjadikan biaya administrasi dan operasional sistem berkurang seiring dengan pertumbuhan enterprise.
 Keamanan jaringan dan data meningkat.

Konsep Information Warehouse (IW).
IW adalah sekumpulan DBMS, interface, tool, dan berbagai fasilitas yang mengatur dan menyampaikan informasi yang handal, tepat waktu, akurat, dan mudah dimengerti dalam pengambilan keputusan bisnis.

Arsitektur Client/Server
Arsitektur yang mencoba untuk mengorganisasi PC, LAN, dan mainframe, ke dalam sistem yang fleksibel, efektif, dan efisien. Dicirikan oleh:
 Client-nya adalah PC atau workstation, dihubungkan ke jaringan, yang digunakan untuk mengakses resources jaringan.
 User dihubungkan oleh interface ke Client. Umumnya menggunakan GUI.
 Pada sistem client/server terdapat pelbagai client, masing-masing dengan interface user sendiri-sendiri. Client ini saling berbagi resources yang disediakan server.
 Server adalah mesin yang melayani client dengan pelbagai pelayanan seperti database, tempat penyimpanan yang besar, atau pelayanan komunikasi ke jaringan.

Aplikasi client/server dibagi menjadi 4 kategori:
Aplikasi pesan, seperti e-mail.
 Penyebarluasan suatu database diantara pelbagai jaringan komputer.
 Sharing/pemakaian bersama pada file/peralatan lain, atau remote akses komputer.
 Pemrosesan aplikasi intensif dimana job dibagi dalam pelbagai task, masing-masingnya dikerjakan pada komputer yang berbeda

Multidimensionality.
Ringkasan data dapat diorganisasi dalam pelbagai cara untuk kepentingan analisis dan presentasi
3 faktor dalam multidimensionality: dimensi, ukuran, dan waktu.
Contoh dimensi: produk, salespeople (orang-orang bagian penjualan), segmen pasar, unit bisnis, lokasi gegrafis, jalur distribusi, negara, atau industri.
 Contoh ukuran: uang, sales volume (volume penjualan), keuntungan penyimpanan, aktual vs perkiraan.
 Contoh waktu: harian, mingguan, bulanan, caturwulan, atau tahunan

Pendekatan multidimensionality ini biasanya lebih banyak digunakan dalam EIS. Tapi perlu diingat, pendekatan ini harus dibayar dengan hal-hal berikut:
 Database multidimensional memakan tempat 40 persen lebih banyak dibandingkan dengan database relasional yang sudah diringkaskan.
 Produk multidimensional membutuhkan biaya 50 persen lebih banyak dibandingkan dengan produk relasional standar.
 Waktu proses pemanggilan databasenya membutuhkan resources dan waktu, tergantung pada volume data dan jumlah dimensinya.
 Antarmuka dan perawatannya lebih kompleks dibandingkan dengan database relasional.

Pengaksesan Data: Da
Data dipping ini memiliki juga nama lain: Business Intelligence Systems, end-user data access, dan data access and reporting tools. Contoh produknya:
 Excel (dari Microsoft), diperkuat dengan Q&E (dari Q&E Corp.).
 Visual Basic (dari Microsoft).
 Lotus 1-2-3 (dari Lotus Development Corp., sekarang dibeli Microsoft), diperkuat dengan DataLens.
 LightShip (dari Pilot Software).
 Personal Access (dari Spinnaker Corp.).
 Quest (dari Gupta Corp.).
 Forest and Trees (dari Channel Computing, sekarang merupakan divisi dari Trinzic Corp.).

Intelligent Database
Teknologi AI, khususnya ES, dapat mempermudah manajemen database. Salah satu cara untuk melakukan itu adalah dengan memperkuat sistem manajemen database dengan penyediaan kemampuan inferencing.


PEMODELAN DAN MANAJEMEN MODEL

Pemodelan dalam MSS.
1. Model statistik (analisis regresi), digunakan untuk mencari relasi diantara variabel. Model ini merupakan preprogram dalam tool software pengembangan DSS.
2. Model finansial untuk pengembangan laporan pemasukan dan proyeksi data finansial untuk beberapa tahun. Model ini semi terstruktur dan ditulis dalam bahasa khusus DSS yang disebut dengan IFPS.
3. Model optimasi yang dibuat menggunakan model management science yang disebut pendekatan Linear Programming dalam rangka menentukan pemilihan media. Untuk menggunakan model ini, DSS perlu antarmuka untuk berhubungan dengan software yang lain.

aspek2 dalam pemodelan
- Identifikasi masalah dan analisis lingkungan.
- Identifikasi variabel.
- Perkiraan (forecasting).
- Model.
- Manajemen model.

Model Statis dan Dinamis.
1.Analisis statis. Model statis mengambil satu kejadian saja dalam suatu situasi. Selama kejadian tersebut semuanya terjadi dalam 1 interval, baik waktunya sebentar atau lama. Diasumsikan adanya stabilitas disini.
2.Analisis dinamis. Model dinamis digunakan untuk mengevaluasi skenario yang berubah tiap saat. Model ini tergantung pada waktu. Dapat menunjukkan tren dan pola pada waktu tertentu.

Certainty, Uncertainty, dan Resiko.
1.Model certainty (kepastian). Mudah untuk bekerja dengan model ini dan dapat menghasilkan solusi yang optimal.
2.Uncertainty (ketidakpastian). Umumnya memang diusahakan sebisa mungkin menghindari uncertainty ini. Dibutuhkan informasi lebih banyak sehingga masalah dapat diproses dengan resiko yang dapat dihitung.
3.Risk (Resiko). Kebanyakan keputusan bisnis dibuat dibawah asumsi resiko tertentu.

Optimasi dengan Pemrograman Matematis.
Pemrograman matematis.
Digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah manajerial, untuk mengalokasikan resources yang terbatas (misal tenaga kerja, modal, mesin, atau air) diantara sekian banyak aktivitas untuk mengoptimalkan tujuan yang ditetapkan.

Karakteristik.
1. Sejumlah tertentu resources ekonomi tersedia untuk dialokasi.
2. Resources digunakan dalam produksi produk atau service.
3. Ada 2 atau lebih cara bagaimana resources digunakan. Masing-masingnya disebut dengan solusi atau program.
4. Setiap aktivitas (produk atau service) dimana resources digunakan disitu memberikan hasil tertentu sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
5. Pengalokasian ini biasanya dibatasi oleh pelbagai batasan dan kebutuhan yang disebut dengan constraints (batasan).

Perumusan Umum dan Istilah.
a.Decision Variables.
- Variabel-variabel dimana nilainya tak diketahui dan yang sedang dicari. Biasanya ditandai dengan x1, x2, dan lain-lain.
b.Objective Function (Fungsi Tujuan).
Pernyataan matematis, merupakan fungsi linier, menunjukkan hubungan diantara decision variables dan satu tujuan (atau objective) yang dicari. Jika melibatkan tujuan yang banyak (multiple goals), terdapat 2 pendekatan:
1. Memilih tujuan utama yang memiliki level maksimal/minimal.
2. Memindahkan tujuan-tujuan yang lain ke dalam contraint (batasan), yang harus dipenuhi.
c.Optimasi.
- LP berusaha untuk mendapatkan nilai maksimal atau minimal dari fungsi tujuan.
d.Coeeficients (Koefisien) dari Objective Function.
- Menyatakan tingkat/derajat dimana nilai dari fungsi tujuan meningkat atau menurun dengan memasukkan dalam solusi satu unit dari setiap decision variables.
e.Constraints (batasan).
- Maksimalisasi atau minimalisasi dilakukan berdasarkan batasan-batasan tertentu. Sehingga, LP dapat didefinisikan sebagai permasalahan optimasi terbatasi. Batasan dinyatakan dalam bentuk pertidaksamaan (atau terkadang persamaan).
f.Koefisien Input-Output (Teknologi)
- Koefisien dari variabel batasan disebut dengan koefisien input-output. Ini mengindikasikan tingkat pemakaian atau penggunaan resource. Ditampilkan pada sisi kiri batasan.
g.Capacities (kapasitas).
- Kapasitas (atau ketersediaan) dari pelbagai resources, biasanya dinyatakan dengan batas atas atau batas bawah, berada pada sisi kanan batasan. Sisi kanan juga menyatakan kebutuhan minimum.

Simulasi.
Dalam MSS artinya adalah teknik untuk melakukan percobaan (seperti misalnya “what-if”) dengan komputer digital pada suatu model dari sistem manajemen.
Karakteristik Utama
- simulasi bukanlah sejenis model biasa
-simulasi adalah teknik untuk melaksanakan percobaan
- Simulasi lebih bersifat deskriptif (menjelaskan) daripada tool normatif
- Simulasi digunakan bilamana permasalahan yang ada terlalu kompleks/sulit

Keuntungan Simulasi:
1. Teori simulasi relatif mudah dan bisa langsung diterapkan.
2. Model simulasi mudah untuk menggabungkan berbagai hubungan dasar dan ketergantungannya.
3. Simulasi lebih bersifat deskriptif daripada normatif
4. Modelnya dibangun berdasarkan perspektif manajer dan berada dalam struktur keputusannya
5. Simulasi dapat mengatasi variasi yang berbeda-beda dalam pelbagai jenis masalah
6. Sebagai sifat alamiah simulasi, kita dapat menghemat waktu

Kerugian Simulasi:
1. Tak menjamin solusi yang optimal.
2. Membangun model simulasi seringkali memakan waktu lama dan membutuhkan biaya.
3. Solusi dan inferensi dari satu kasus simulasi biasanya tak bisa ditransfer ke permasalahan yang lain.
4. Simulasi terkadang begitu mudah diterima oleh manajer sehingga solusi analitis yang dapat menghasilkan solusi optimal malah sering dilupakan.

Tipe Simulasi
- Simulasi Probabilistik. Satu atau lebih independent variable-nya (misal, kebutuhan dalam masalah inventory) probabilistik, mengandung bilangan acak. Sehingga ini mengikutsertakan distribusi probabilitas tertentu
- Simulasi bergantung waktu (time dependent) vs simulasi tak bergantung waktu (time independent).
- Simulasi visual. Penampilan hasil simulasi secara grafis terkomputerisasi

Percobaan dalam Simulasi (Probabilistik).
Proses percobaan dalam simulasi melibatkan 8 langkah, termasuk di dalamnya apa yang disebut dengan prosedur Monte Carlo:
1. Menentukan ukuran (ukuran-ukuran) kinerja sistem yang diinginkan. Jika perlu, tulislah dalam bentuk persamaan.
2. Gambarkan sistem dan dapatkan distribusi probabilitas dari elemen probabilistik yang relevan dari sistem.
3. Rancang bangunlah distribusi probabilistik kumulatif untuk setiap elemen stokastik.
4. Tentukan representasi bilangan yang berhubungan dengan distribusi probabilistik kumulatif.
5. Untuk setiap elemen probabilistik, ambil satu contoh acak (keluarkan bilangan secara acak atau ambil satu dari tabel bilangan acak).
6. Catat ukuran kinerja dan varian-nya.
7. Jika diinginkan hasil yang stabil, ulangi langkah 5 dan 6 sehingga ukuran kinerja sistem “stabil”.
8. Ulangi langkah 5-7 untuk pelbagai alternatif. Berikan nilai ukuran kinerjanya dan confidence interval-nya, berdasarkan pada alternatif yang diinginkan     

Prosedure Monte Carlo bukanlah model simulasi, walaupun ia hampir menjadi sinonim dengan simulasi probabilistik. Prosedur tersebut melibatkan langkah 3 sampai langkah 6 dalam proses ini. Yaitu, prosedure yang menghasilkan pengamatan acak dari variabel-variabel yang penting.

Pemrograman Heuristic.
Pendekatan yang melibatkan cara heuristic (role of thumb, aturan jempol) yang dapat menghasilkan solusi yang layak dan cukup baik pada pelbagai permasalahan yang kompleks. Cukup baik (good enough) biasanya dalam jangkauan 90 sampai dengan 99.99 persen dari solusi optimal sebenarnya.

Metodologi.
Pendekatan lojik heuristic melibatkan hal-hal berikut:
1. Skema klasifikasi yang mengenalkan struktur ke dalam permasalahan.
2. Analisis karakteristik dari elemen-elemen masalah.
3. Aturan-aturan untuk seleksi elemen dari setiap kategori untuk mendapatkan strategi pencarian yang efisien.
4. Aturan-aturan untuk seleksi lebih lanjut, bila diperlukan.
5. Fungsi tujuan yang digunakan untuk mengecek kelayakan solusi pada setiap tahapan seleksi atau pencarian

Kapan Menggunakan Heuristic:
1. Input data tidak pasti atau terbatas.
2. Kenyataan yang ada terlalu kompleks sehingga model optimasi menjadi terlalu disederhanakan.
3. Metode yang handal dan pasti tak tersedia.
4. Waktu komputasi untuk optimasi terlalu lama.
5. Adanya kemungkinan untuk meningkatkan efisiensi proses optimasi (misal, dengan memberikan solusi awal yang baik menggunakan heuristic)
6. Masalah-masalah yang diselesaikan seringkali (dan berulang-ulang) dan menghabiskan waktu komputasi.
7. Permasalahan yang kompleks yang tidak ekonomis untuk optimasi atau memakan waktu terlalu lama dan heuristic dapat meningkatkan solusi yang tak terkomputerisasi.
8. Di saat pemrosesan simbolik lebih banyak dilibatkan daripada pemrosesan numerik (dalam ES)

Keuntungan Heuristic:
1. Mudah dimengerti dan kemudian mudah diimplementasikan.
2. Membantu dalam melatih orang sehingga kreatif dan dapat digunakan untuk masalah yang lain.
3. Menghemat waktu perumusan.
4. Menghemat pemrograman dan kebutuhan penyimpanan pada komputer.
5. Menghemat waktu pemrosesan komputer yang tak perlu (kecepatan!).
6. Seringkali menghasilkan pelbagai solusi yang dapat diterima

Influence Diagram (Diagram Pengaruh).
Diagram ini menyajikan pernyataan grafis dari suatu model, merupakan sarana komunikasi visual ke pembuat model. Juga menyediakan kerangka kerja untuk menyatakan sifat alamiah sesungguhnya dari hubungan diantara model MSS. Istilah influence (pengaruh) mengacu pada ketergantungan variabel pada level variabel lainnya. Diagram ini memetakan semua variabel dalam permasalahan manajemen.

Forecasting (Peramalan).
Model forecasting merupakan bagian integral dari kebanyakan MSS. Forecasting digunakan untuk memperkirakan nilai variabel model, demikian juga hubungan logika model, pada suatu waktu tertentu di masa mendatang

Metode Forecasting
- Judgment method. Didasarkan pada pertimbangan subyektif dan opini dari seorang pakar, lebih daripada data yang ada
- Counting methods. Melibatkan pelbagai eksperimen atau survey dari contoh data, dengan mencoba menggeneralisasi keseluruhan pasar
- Time-series analysis. Time-series adalah sekumpulan nilai dari variabel bisnis atau ekonomi, diukur pada serangkaian selang waktu tertentu
- Association or causal methods. Menyertakan analisis data untuk mencari asosiasi data dan, jika mungkin, menemukan hubungan sebab-akibat
- Sebagai contoh software forecasting adalah: SPSS, SAS System, Forecast Master, dll

Bahasa Pemodelan dan Spreadsheet.
Model dapat ditulis dalam pelbagai bahasa pemrograman, utamanya bahasa pemodelan. Bahasa pemrograman yang biasa dipakai: C, C++ dan turunannya seperti Java, PHP, C#, dan lain-lain. Demikian juga semua bahasa visual yang ada sekarang: Visual C++, Delphi, VB, dan lain-lain. Kemudian pada level yang lebih sederhana kita bisa menggunakan software spreadsheet (lembar kerja), misalnya Excel

Pemodelan Finansial dan Perencanaannya.
Kebanyakan aplikasi DSS berhubungan dengan analisis finansial dan/atau perencanaannya. Pemodelan finansial berorientasi pada model aljabar, rumus-rumus ditulis dalam persamaan. Sedangkan spreadsheet menuliskan modelnya dengan orientasi komputasi atau kalkulasi

Model Kuantitatif yang Tersedia.
DSS generator memiliki pelbagai model kuantitatif standar dalam pelbagai area, seperti statistik, analisis keuangan, akunting, dan management science. Model tersebut dapat dipanggil dengan perintah seperti:
 SQRT: fungsi ini menghitung akar dari bilangan yang bisa saja merupakan bagian dari model inventory.
NPV: fungsi ini menghitung net present value dari koleksi cash flow mendatang untuk suku bunga tertentu

Model Base Structure and Management
Konsep model base management yang dicari untuk paket software yang dimaksud, dengan kemampuan yang serupa dengan konsep DBMS dalam database
MBMS yang efektif akan membuat aspek struktur dan algoritma dari organisasi model dan memproses data yang berhubungan, yang tak perlu ditampakkan kepada user

Kemampuan MBMS
1. Kontrol. Baik untuk sistem yang otomatis maupun manual.
2. Fleksibelitas. Mudah menghadapi perubahan.
3. Umpan balik. Selalu up-to-date, bersifat kekinian.
4. Antarmuka. User merasa nyaman dan mudah menggunakan.
5. Pengurangan redundansi. Model yang di-share dapat mengurangi penyimpanan yang redundan.
6. Peningkatan konsistensi. Mengatasi data yang berbeda atau versi model yang berbeda

MEMBANGUN DSS

Melibatkan hal-hal : teknis (hardware, software) dan perilaku (interaksi manusia-mesin, dampak DSS pada individu.
Strategi Pengembangan
1.Tulis DSS dengan bahasa pemrograman umum : Pascal, Delphi, Java, C++ dll.
2.Menggunakan 4GL : financial-oriented language, data-oriented language.
3.Menggunakan DSS Generator : Excell.
4.Menggunakan DSS Generator khusus
5.Mengembangkan DSS dengan metodologi CASE

Level Teknologi
Kerangka kerja untuk memahami konstruksi DSS mengidentifikasi 3 level teknologi DSS : Specific DSS, DSS-generation, dan DSS tools.
1.Specific DSS (DSS applications).
 “Final Product” atau aplikasi DSS yang nyata-nya menyelesaikan pekerjaan yang kita inginkan disebut dengan specific DD (SDSS). Contoh : SDSS untuk menganalisis joint venture.
2.DSS Generators (atau Engines).
 adalah software pengembangan terintegrasi yang menyediakan sekumpulan kemampuan untuk membangun specific DSS secara cepat, tak mahal, dan mudah.   Contoh : Microsoft Excel.
3,DSS Tools.
 Level terendah dari teknologi DSS adalah software utility atau tools. Elemen ini membantu pengembangan baik DSS generators atau SDSS.Contoh : grafis (hardware dan software), editors, query systems, random number generator, dan spreadsheets.


Proses Pengembangan DSS
-Perencanaan.
Merumuskan kerangka dan ruang lingkup SPK, persyaratan unjuk kerja , dan memilih konsep-konsep & menganalisis model pembuatan keputusan yang relevan dengan tujuan SPK. Langkah ini menentukan pemilihan jenis SPK yang akan dirancang dan metode pendekatan yang dipergunakan.
-Penelitian.
Berhubungan dengan pencarian data serta sumber daya yang tersedia
-Analisis & Perancangan konsep.
Penentuan teknik pendekatan yang akan dilakukan serta sumber daya yang dibutuhkan
-Perancangan.
Melakukan perancangan ketiga subsistem utama SPK yaitu subsistem database, model dan Dialog.
-Konstruksi.
Merupakan kelanjutan dari perancangan dimana ketiga subsistem yang telah dirancang digabungkan menjadi suatu SPK
-Implementasi.
Menerapkan SPK yang dibangun. Pada tahap dilakukan testing, evaluasi, penampilan, orientasi, pelatihan dan penyebaran
-Pemeliharaan.
Tahapan yang dilakukan terus menerus untuk mempertahankan keandalan sistem
-Adaptasi.
Melakukan pengulangan terhadap tahapan diatas sebagai tanggapan terhadap perubahan kebutuhan “pemakai”.


2. Prototipe
- Suatu metode dalam pengembangan sistem yang menggunakan pendekatan untuk membuat sesuatu program dengan cepat dan bertahap sehingga segera dapat dievaluasi oleh pemakai
- Hal ini berbeda dengan pendekatan SDLC tradisional (konvensional) yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menghasilkan spesifikasi yang sangat rinci sebelum pemakai dapat mengevaluasi sistem
- Mengingat kebanyakan pemakai mengalami kesulitan dalam memahami spesifikasi sistem berakibat bahwa pemakai tidak begitu paham sampai pengujian dilakukan
- Selain itu, prototipe membuat proses pengembangan sistem informasi menjadi lebih cepat dan lebih mudah, terutama pada kedaaan kebutuhan pemakai sulit untuk diidentifikasi.
- Prototipe dapat dibuat dengan menggunakan perangkat-perangkat, misalnya Visual BASIC dan PowerBuilder, ataupun DBMS (Database Management System) seperti Microsoft Access, sehingga pembuatan program dapat dilakukan dengan cepat
 

Sasaran Prototipe :
- Mengurangi waktu sebelum pemakai melihat sesuatu yang konkret dari usaha pengembangan sistem
- Menyediakan umpan balik yang cepat dari pemakai kepada pengembang
- Membantu menggambarkan kebutuhan pemakai dengan kesalahan yang lebih sedikit
- Meningkatkan pemahaman pengembang dan pemakai terhadap sasaran yang seharusnya dicapai oleh sistem
- Menjadikan keterlibatan pemakai sangat berarti dalam analisis dan desain sistem



Kelebihan Prototipe
- Pendefinisian kebutuhan pemakai menjadi lebih baik karena keterlibatan pemakai yang lebih intensif
- Meningkatkan kepuasan pemakai dan mengurangi risiko pemakai tidak menggunakan sistem mengingat keterlibatan mereka yang sangat tinggi sehingga sistem memenuhi kebutuhan mereka dengan lebih baik
- Mempersingkat waktu pengembangan
- Memperkecil kesalahan disebabkan pada setiap versi prototipe, kesalahan segera terdeteksi oleh pemakai
- Pemakai memiliki kesempatan yang lebih banyak dalam meminta perubahan-perubahan
- Menghemat biaya (menurut penelitian, biaya pengembangan dapat mencapai 10% hingga 20% dibandingkan kalau menggunakan SDLC tradisional)

kelemahan prototipe
- Prototipe hanya bisa berhasil jika pemakai bersungguh-sungguh dalam menyediakan waktu dan pikiran untuk menggarap prototipe
- Kemungkinan dokumentasi terabaikan karena pengembang lebih berkonsentrasi pada pengujian dan pembuatan prototipe
- Mengingat target waktu yang pendek, ada kemungkinan sistem yang dibuat tidak lengkap dan bahkan sistem kurang teruji
- Jika terlalu banyak proses pengulangan dalam membuat prototipe, ada kemungkinan pemakai menjadi jenuh dan memberikan reaksi yang negatif
- Apabila tidak terkelola dengan baik, prototipe menjadi tak pernah berakhir. Hal ini disebabkan permintaan terhadap perubahan terlalu mudah untuk dipenuhi


Prototipe baik dipakai pada keadaan
1.Sistem mempunyai resiko tinggi
 -Tidak jelas permasalahannya
 -Tidak jelas kebutuhan & keinginan
 -Tidak pasti ada yang ingin dilakukan
2.Perancangan Dialog User - Komputer
 -Bagiamana membuat dialog yg. baik, ramah, mudah ?
3.Sistem diminati oleh banyak pemakai
 -Mencari kesepakatan
 -Basis untuk menyamakan persepsi
4.User ingin cepat selesai
 -User tidak sabar menunggu
 -Prototipe segera memperlihatkan bentuk kerja sistem
5.Masa pakai singkat
 -Sistem hanya dipakai beberapa kali saja
6.Ingin menunjukkan inovasi
 -Pengembangan dapat menunjukkan kecanggihan
 -Sistem cepat terlihat (mungkin juga cepat selesai)
7.Kebutuhan berubah-ubah
 -User sulit menjelaskan kebutuhan
 -Menjadi keadaan yang paling umum untuk memakai prototyping

Pengembangan DSS Berbasis User
Pengembangan DSS berbasis user adalah pengembangan dan penggunaan sistem informasi berbasis komputer oleh orang-orang di luar wilayah sistem informasi formal.
Keuntungan bila user sendiri yang membangun DSS :
- Waktu penyelesaian singkat
- Masalah implementasi DSS dapat dikurangi
- Biayanya sangat rendah
Resikony adalah :
- Kualitasnya bisa tak terjaga.
- Resiko potensial kualitas dapat diklasifikasi dalam 3 katagori: (a) tool dan fasilitas dibawah standar (b) resiko yang berhubungan dengan proses pengembangan (contoh : pengembangan sistem yang mnghasilkan hasil yang salah), dan (c) resiko manajemen data (misal : kehilangan data).

Fleksibilitas dalam DSS
Hal-hal yang menyebabkan kebutuhan akan fleksibilitas dalam DSS :
- Tak seorang pun, baik user maupun pembangun DSS, yang mampu untuk menentukan kebutuhan fungsional seluruhnya.
- User tak tahu, atau tak dapat mengungkapkan, apa yang mereka mau dan butuhkan
- Konsep user mengenai tugas, dan persepsi dari sifat dasar masalah, berubah pada saat sistem dipakai.
- Penggunaan DSS secara aktual hampir pasti berbeda dari yang diinginkan semula.
- Solusi yang diturunkan melaluii DSS bersifat subyektif.
- Terdapat berbagai vriasi diantara orang-orang dalam hal bagaimana mereka menggunakan DSS

Ringkasnya ada 2 alasan utama adanya fleksibilitas dalam DSS :
- DSS harus berevolusi atau berkembang untuk mencapai desain operasional, sebab tak seorangpun yang bisa memperkirakan atau mengantisipasi apa yang dibutuhkan secara lengkap.
- Sistem jarang mencapai hasil final; ia harus sering diubah untuk mengantisipasi perubahan dalam hal : masalah, user dan lingkungan. Faktor-faktor ini memang sering berubah-ubah. Perubahan yang terjadi haruslah mudah untuk dilakukan.

Jenis Fleksibilitas dalam DSS
1.Fleksibilitas menyelesaikan.
Kemampuan fleksibilitas dalam menampilkan aktivitas intelligence, design, dan choice dan dalam menjelajah perbagai alternatif memandang atau menyelesaikan suatu masalah. Contoh : kemampuan “what-if”.
2.Fleksibilitas memodifikasi.
Kemampuan memodifikasi konfigurasi DSS tertentu sehingga dapat menangani berbagai masalah yang berbeda, atau pada perluasan masalah. Fleksibilitas ini diatur oleh user / pengembang DSS.
3.Fleksibilitas mengadaptasi.
Level ketiga dalam hal mengadaptasi prubahan yang harus dilakukan pada berbagai DSS tertentu. Ini diatur oleh pembangun DSS.
4.Fleksibilitas berevolusi.
Adalah kemampuan dari DSS dan DSS Generator dalam berevolusi untuk merespon perubahan sifat dasar teknologi dimana DSS berbasis disitu.

GROUP DECISION SUPPORT SYSTEMS (GDSS)

Group Decision Support System (GDSS) adalah sistem yang digunakan oleh sekelompok orang untuk mencari penyelesaian masalah dengan menggunakan teknologi komunikasi, komputasi dan dukungan keputusan.

Situasi Pengambilan Keputusan pada GDSS
- Proses pengambilan keputusan dalam suatu kelompok dapat terjadi pada situasi yang mana:
- setiap individu dicirikan oleh persepsi, sikap, dan motivasi pengambil keputusan itu sendiri;
- siapa yang akan mengakui atau menerima permasalahan secara umum (domain); dan
- usaha untuk mendapatkan keputusan kolektif.
- Proses pengambilan keputusan dapat dilakukan dalam kerangka yang lebih fleksibel.
- Fleksibilitas ini salah satunya ditunjukkan dengan kemampuannya dalam mensimulasikan proses pengambilan keputusan dengan konsistensi yang bersifat kabur (Kickert, 1978).

Karakteristik GDSS
- Rancangan khusus: komunikasi yang efektif & group decision making
- Mudah digunakan
- Fleksibel: mengakomodasi perbedaan perspektif
- Anonymous input: tidak mengekspos nama individu
- Parallel communication
- Decision-making support
- Mengurangi kelakuan kelompok yang bersifat negatif: dibutuhkan fasilitator.
- Automated record keeping

Keuntungan GDSS
- Adanya komunikasi secara pararel antar anggota kelompok.
- Menawarkan kesempatan yang sama untuk memberikan ide dan opini.
- Mengeliminasi adanya dominasi dari sebagian anggota kelompok.
- Dapat diketahui dengan cepat adanya kesetujuan dan ketidaksetujuan terhadap opini dalam anggota kelompok.
- Membantu mengatur jadwal pertemuan
- Menyediakan kapabilitas dokumentasi otomatis secara efektif.

Pengaruh GDSS dalam kelompok
- GDSS menitikberatkan pada perbaikan kerja anggota kelompok atau penyelesaian masalah dalam kelompok.
- GDSS meningkatkan kualitas dalam perbaikan proses pengambilan keputusan kelompok.
- GDSS meningkatkan pencapaian konsensus.

Level Group Decision Supp
Level Group Decision Support
Level 1 GDSS – menyediakan fitur-fitur teknis yang bertujuan untuk mengurangi adanya kendala komunikasi seperti voting dan pertukaran pesan.
Level 2 GDSS – menyediakan pemodelan keputusan dan teknik-teknik pengambilan keputusan kelompok yang bertujuan untuk mengurangi adanya ketidakpastian yang terjadi dalam proses pengambilan keputusan kelompok.
Level 3 GDSS – machine-induced group communication patterns dan dapat juga berisi saran-saran dalam menyeleksi dan menyusun aturan yang dapat diaplikasikan selama pertemuan.

Ada 3 faktor yang perlu diperhatikan dalam merancang GDSS:
- Ukuran kelompok
- Adanya atau ketiadaannya interaksi secara tatap muka.
- Tugas yang akan dihadapi oleh kelompok.

Fitur-fitur Dasar GDSS
- Pembentukan, modifikasi dan penyimpanan file data & teks bagi anggota kelompok.
- Pemrosesan kata (word processing) untuk memformat dan mengedit teks.
- Fasilitas pembelajaran.
- Fasilitas Help secara online
- Worksheets, spreadsheets, decision trees, dan lain-lain yang membutuhkan display secara grafis.
- Manajemen basisdata 

Fitur-fitur Kelompok
- Rangkuman ide atau hasil pemungutan suara anggota kelompok baik secara numeris maupun grafis.
- Menu untuk input teks, data atau pemungutan suara untuk anggota kelompok.
- Program untuk prosedur-prosedur kelompok tertentu.
- Metode untuk menganalisis interaksi atau pendapat awal.
- Transmisi teks dan data dalam anggota kelompok

Clinical Group DSS - Konsensus
Cara memperoleh konsensus:
1.Voting
2.Agregasi
- Ordered Weighted Averaging (OWA)
- Induced Ordered Weighted Averaging (IOWA)
- Importance Induced Ordered Weighted Averaging (I-IOWA)
- Consistency Induced Ordered Weighted Averaging (C-IOWA)

Tipologi Fasilitas GDSS
Delivery modes:
- Dilakukan instalasi secara permanen pada lokasi user.
- Dilakukan instalasi secara portable (on-call basis).
- Dilakukan instalasi secara permanen pada vendor.
- Fasilitas dirancang dan disediakan oleh perusahan komersial.

Executive Information System

Definisi EIS
Rockart and De Long (1988):
EIS adalah sistem berbasis komputer yang:
- Melayani kebutuhan informasi top executive
- Mampu melakukan akses cepat untuk ketepatan informasi dan akses langsung guna pelaporan manajemen
- Perlu “user friendly” dengan dukungan grafis dan kelengkapan exception report serta berkemampuan “drill down” (memecah “data” menjadi lebih detil  untukidentifikasi masalah)
- Mudah dihubungkan dengan pelayanan informasi secara on line dan dengan e-mail

Watson, Houdeshel & Rainer
EIS adalah sistem berbasis komputer untuk mendukung manajer puncak dalam mengakses informasi (dalam dan luar) secara mudah dan relevan dengan CSF (Critical Success Factor)

Faktor-faktor yang diidentifikasikan Watson mengapa perlu EIS
Eksternal:
- Meningkatnya kompetisi
- Cepatnya perubahan lingkungan
- Kebutuhan untuk lebih proaktif
- Kebutuhan untuk akses database external
- Meningkatnya regulasi pemerintah

Internal:
 - Kebutuhan ketepatan waktu informasi
 - Kebutuhan memperbaiki informasi
 - Kebutuhan akses data operasional
 - Kebutuhan kecepatan pemutahiran aktifitas
 - Kebutuhan meningkatkan efektifitas
 - Kebutuhan mengidentifikasi  kecenderungan historis
 - Kebutuhan akses ke database korporat
 - Kebutuhan meningkatkan keakuratan informasi

Karakteristik EIS
- Mendukung aktifitas manajer yang tidak terstruktur dibandingdengan problem keputusan spesifik dan berulang
- Mendukung executive terutama pada tahap pengambilan keputusan intelligence dengan teknik analisa data secara komprehensif
- User friendly interface, mudah, dan intuitive untuk digunakan
- Berorientasi pada masa yang akan datang dengan perilaku organisasi yang lalu
- Utamanya menggunakan data, bukan model serta diarahkandengan menggunakan teknologi IT yang mutakhir
- Secara khusus ada pelacakan CSF, exception reporting, drill down,atau drill cross investigation dan analisa trend
- Berfokus pada identifikasi masalah
- Menggunakan database secara luas
- Dapat dibentuk menjadi gaya pengambilan keputusan individu


Hal-hal yang penting berkaitan dengan karakteristik
Drill down
• CSF:
– Key problem narrative
– Highlight chart
– Top level financial
– Key factor  KPI (Key Performance Indicator)
– Responsibility report
• Status access
• Analysis:
– Dengan fungsi
– Diintegrasikan dengan produk DSS
• Exception reporting
• Navigational of information


Kriteria Perancangan EIS
- Orientasi grafik
- Variabel bisnis yang mengidentifikasikan perubahan
-Menggunakan konsep agregasi dan deagregasi data
- untuk berbagai variasi jenis/ ukuran
- User interface mudah dan menarik (multimedia)
- EIS  secara spesifik memudahkan akses informasi extern dan intern dan menampilkan dengan menarik, sangat jarang adanya pengambilan keputusan, seandainya ada hanya yang instan



Rabu, 21 Juli 2010

PORT SERIAL
Port serial
Sebuah port pada komputer yang mentransmisikan satu bit informasi pada satu waktu. Lawan dari serial port adalah paralel port.

Karekteristik Sinyal Serial Port
Standar sinyal komunikasi serial yang banyak digunakan ialah standar RS232. Standar ini hanya menyangkut komunikasi data antara komputer (Data Terminal Equipment – DTE) dengan alat – alat pelengkap komputer (Data Circuit-Terminating Equipment – DCE). Standarad RS232 inilah yang biasa digunakan pada serial port IBM PC Compatibel.
Standar sinyal serial RS232 memiliki ketentuan level tegangan sebagai berikut:
1.Logika ‘1’ disebut ‘mark’ terletak antara -3 volt hingga -25 volt.
2.Logika ‘0’ disebut ‘space’ terletak antara +3 volt hingga +25 volt.
3.Daerah tegangan antara -3 volt hingga +3 volt adalah invalid level, yaitu daerah tegangan yang tidak memiliki level logika pasti sehingga harus dihindari. Demikian juga level tegangan lebih negatif dari -25 volt atau lebih positif dari +25 volt juga harus dihindari karena dapat merusak line driver pada saluran RS232.

Konfigurasi Serial Port.
Gambar 1 adalah gambar konektor port serial DB 9. Pada komputer IBM PC Compatibel biasanya kita dapat menemukan dua konektor DB 9 yang bisanya dinamakan COM1 dan COM2.

Gambar 1. Konfigurasi Serial port DB9

Tabel 5. Konfigurasi pin dan nama sinyal konektor serial DB 9


Keterangan mengenai fungsi saluran RS232 pada konektor DB9 adalah sebagai berikut:
-Receive Line signal detect, dengan saluran ini DCE memberitahukan ke DTE bahwa pada terminal masukkan ada data masuk.
-Receive Data, digunakan DTE menerima data dari DCE.
-Transmit Data, digunakan DTE mengirimkan data ke DCE.
-Data Terminal Ready, pada saluran ini DTE memberitahukan kesiapan terminalnya.
-Signal Ground, saluran ground.-Ring Indicator, pada saluran ini DCE memberitahukan ke DTE bahwa sebuah stasiun menghendaki berhubungan dengannya.
-Clear To Send, dengan saluran ini DCE memberitahukan bahwa DTE boleh mulai mengirim data.
-Request To Send, dengan saluran ini DCE diminta mengirim data oleh DTE.
-DCE Ready, sinyal aktif pada saluran ini menunjukkan bahwa DCE sudah siap
Diposkan oleh oche_landking di 00:43 0 komentar 
TEKNOLOGI TOUCHSCREEN
TEKNOLOGI TOUCHSCREEN
Touchscreen
sebuah perangkat komputer yang biasanya digunakan untuk menampilkan informasi grafikal dan visual yang merupakan output dari sebuah perangkat komputer. Namun, yang membedakannya dengan monitor atau layar televisi biasa adalah apa yang ditampilkan di dalamnya dapat secara langsung berinteraksi fisik dengan penggunanya. Maksudnya, Anda dapat langsung menyentuh layar penampil tersebut dengan tangan atau alat bantu untuk mengakses apa yang ditampilkan di dalamnya.

Cara Kerja Touchscreen
Sebuah layar touchscreen yang paling sederhana terdiri dari tiga buah komponen utama dalam bekerja. Komponen tersebut adalah sebagai berikut:
1. Touch Sensor
2. Controller
3. Software driver

1.Touch Sensor
Touch sensor merupakan sebuah lapisan penerima input dari luar monitor.
Input dari touchscreen adalah sebuah sentuhan, maka dari itu sensornya juga merupakan sensor sentuh
2. Controller
Controller merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan antara sensor dengan perangkat komputer yang akan memproses sentuhan tersebut
3. Software driver
Software driver merupakan sebuah software pengatur yang diinstal pada perangkat komputer atau PC Anda yang tugasnya adalah untuk mengatur agar perangkat touchscreen dan komputer dapat bekerja sama untuk digunakan dalam berbagai macam keperluan

Macam Teknologi Touchscreen
Berikut ini adalah beberapa teknologi touchscreen yang masing-masing memiliki fungsi dan kegunaannya tersendiri dalam aplikasinya:

1.Capasitive Touchscreen
Touchscreen jenis ini memiliki cara kerja yang cukup rumit, namun sangat andal dalam ketahanan dan kejernihannya.

2.Surface Wave Touchscreen
Teknologi touchscreen yang satu ini memanfaatkan gelombang ultrasonik untuk mendeteksi kejadian di permukaan layarnya. Di dalam monitor touchscreen ini terdapat dua tranduser, pengirim dan penerima sinyal ultrasonik

3.Resistive Touchscreen
Touchscreen yang termasuk dalam jenis ini adalah touchscreen yang layarnya dilapisi oleh sebuah lapisan tipis berwarna metalik yang bersifat konduktif dan resistif terhadap sinyal-sinyal listrik.
Kekurangan layar sentuh

Namun touchscreen ini juga bukannya tanpa kelemahan. Meskipun secara fisik kebal terhadap gangguan elemen-elemen luar, kinerja dari layar sentuh ini dapat diganggu oleh elemen-elemen seperti debu, air, dan benda-benda padat lainnya.
Diposkan oleh oche_landking di 00:22 0 komentar 
Universal Serial Bus (USB)
Universal Serial Bus (USB)
Universal Serial Bus (USB) adalah standar bus serial untuk perangkat penghubung, biasanya kepada komputer namun juga digunakan di peralatan lainnya seperti konsol permainan, ponsel dan PDA
Sistem USB mempunyai desain yang asimetris, yang terdiri dari pengontrol host dan beberapa peralatan terhubung yang berbentuk pohon dengan menggunakan peralatan hub yang khusus.

USB dapat menghubungkan peralatan tambahan komputer seperti mouse, keyboard, pemindai gambar, kamera digital, printer, hard disk, dan komponen networking. USB kini telah menjadi standar bagi peralatan multimedia seperti pemindai gambar dan kamera digital.

Versi terbaru (hingga Januari 2005) USB adalah versi 2.0. Perbedaan paling mencolok antara versi baru dan lama adalah kecepatan transfer yang jauh meningkat. Kecepatan transfer data USB dibagi menjadi tiga, antara lain:
1.High speed data dengan frekuensi clock 480.00Mb/s dan tolerasi pensinyalan data pada ± 500ppm.
2.Full speed data dengan frekuensi clock 12.000Mb/s dan tolerasi pensinyalan data pada ±0.25% atau 2,500ppm.
3.Low speed data dengan frekuensi clock 1.50Mb/s dan tolerasi pensinyalan data pada ±1.5% atau 15,000ppm.

Protokol USB
USB adalah host-centric bus di mana host/terminal induk memulai semua transaksi. Paket pertama/penanda (token) awal dihasilkan oleh host untuk menjelaskan apakah paket yang mengikutinya akan dibaca atau ditulis dan apa tujuan dari perangkat dan titik akhir. Paket berikutnya adalah data paket yang diikuti oleh handshaking packet yang melaporkan apakah data atau penanda sudah diterima dengan baik atau pun titik akhir gagal menerima data dengan baik
Setiap proses transaksi pada USB terdiri atas:
1.Paket token/sinyal penanda (Header yang menjelaskan data yang mengikutinya)
2.Pilihan paket data (termasuk tingkat muatan) dan
3.Status paket (untuk acknowledge/pemberitahuan hasil transaksi dan untuk koreksi kesalahan)

Paket data umum USB
Data di bus USB disalurkan dengan cara mendahulukan Least Significant Bit(LSB). Paket-paket USB terdiri dari data-data berikut ini:
PID0 PID1 PID2 PID3 nPID0 nPID1 nPID2 nPID3

1.Sync
Semua paket harus diawali dengan data sync. Sync adalah data 8 bit untuk low dan full speed atau data 32 bit untuk high speed yang digunakan untuk mensinkronkan clock dari penerima dengan pemancar. Dua bit terakhir mengindikasikan dimana data PID dimulai.

2.PID (Packet Identity/Identitas paket)
Adalah field untuk menandakan tipe dari paket yang sedang dikirim. Tabel dibawah ini menunjukkan nilai-nilai PID:

3.ADDR (address)
Bagian alamat dari peralatan dimana paket digunakan. Dengan lebar 7 bit, 127 peralatan dapat disambungkan. Alamat 0 tidak sah, peralatan yang belum terdaftar harus merespon paket yang dikirim ke alamat 0.

4.ENDP (End point)
Titik akhir dari field yang terdiri dari 4 bit, menjadikan 16 kemungkinan titik akhir. Low speed devices, hanya dapat mempunyai 2 tambahan end point pada puncak dari pipe default. (maksimal 4 endpoints)

5.CRC
Cyclic Redundancy Check dijalankan pada data didalam paket yang dikirim. Semua penanda (token) paket mempunyai sebuah 5 bit CRC ketika paket data mempunyai sebuah 16 bit CRC.

6.EOP (End of packet)
Akhir dari paket yang disinyalkan dengan satu angka akhir 0 (Single Ended Zero/SEO) untuk kira-kira 2 kali bit diikuti oleh sebuah J 1 kali.

Data yang dikirim dalam bus USB adalah salah satu dari 4 bentuk, yaitu control, interrupt, bulk, atau isochronous.

Kamis, 15 Juli 2010

ILMU KEALAMAN DASAR 2

kloning : merupakan teknik membuat keturunan dengan kode genetik yang sama dengan induknya pada makhluk hidup tertentu baik pada tumbyhan hewan maunpun manusia.
tujuan kloning untuk memperbaiki kualitas tanaman dan hewan serta meningkatkan produktifitasnya.

kultur jaringan : teknik untuk mendapatkan keturunansuatu tanaman dengan sifat yang identik dengan induknya.
tujuannya untuk mendapatkan keturunan dengan jumlah yang lebih banyak jika dibandingkan dengan perbanyakan tanaman secara biasa.

bayi tabung
terjadi jika sel telur (istri) dibuahi oleh sel sperma (suami) tidak didalam tuba falopi tetapi dalam suatu wadah kondisi mirip tuba falopi, setelah embrio terbentuk selanjutnya ditanam di rahim istri.

1.BIOLOGI KONVENSIONAL/ TRADISIONAL

bioteknologi yang memanfaatkan mikroorganisme untuk Bioteknologi konvensional merupakan memproduksi alkohol, asam asetat, gula, atau bahan makanan, seperti tempe, tape, oncom, dan kecap. Mikroorganisme dapat mengubah bahan pangan. Proses yang dibantu mikroorganisme, misalnya dengan fermentasi, hasilnya antara lain tempe, tape, kecap, dan sebagainya termasuk keju dan yoghurt. Proses tersebut dianggap sebagai bioteknologi masa lalu. Ciri khas yang tampak pada bioteknologi konvensional, yaitu adanya penggunaan makhluk hidup secara langsung dan belum tahu adanya penggunaan enzim

2. BIOTEKNOLOGI MODERN

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, para ahli telah mulai lagi mengembangkan bioteknologi dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ilmiah melalui penelitian. Dalam bioteknologi modern orang berupaya dapat menghasilkan produk secara efektif dan efisien. Bioteknologi modern merupakan bioteknologi yang didasarkan pada manipulasi atau rekayasa DNA, selain memanfaatkan dasar mikrobiologi dan biokimia. Aplikasi bioteknologi modern juga mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, misalnya pada aspek pangan, pertanian, peternakan, hingga kesehatan dan pengobatan.misalnya melalui transplantasi inti, fusi sel, teknologi plasmid, dan rekombinasi DNA.

 dampak internet + -
Dampak Positif:
1. Internet sebagai media komunikasi, karena setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
4. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
5. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain
6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.

Dampak Negatif

1.Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi,yaitu obsesi untuk melihat, men-download dan memperdagangkan pornografi. Chat rooms yang berisi fantasi dan role playing untuk dewasa juga termasuk dalam kategori ini.

2.Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.

3.Carding
Karena sifatnya yang langsung, cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.

4. Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya.

5.Net gaming
yaitu sejenis kecanduan karena judi, bermain game, berbelanja dan kegiatan jual beli saham melalui internet yang mengganggu pekerjaan dan/atau mengakibatkan terjadinya utang.

5. Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut

Upaya pemerintah untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, diantaranya sebagai berikut:


1. Membuang sampah pada tempatnya sehingga tidak menimbulkan banjir, sampah rumah tangga adalah dengan memanfaatkannya menjadi pupuk kompos.sampah organik ditimbun di dalam tanah sehingga menjadi kompos. Adapun sampah anorganik seperti plastik dan kaleng bekas dapat di daur ulang menjadi alat rumah tangga dan barang-barang lainnya.
2. Penanggulangan limbah industri
Limbah dari industri terutama yang mengandung bahan-bahan kimia, sebelum dibuang harus diolah terlebih dahulu. Hal tersebut akan mengurangi bahan pencemar di perairan. Dengan demikian, bahan dari limbah pencemar yang mengandung bahan-bahan yang bersifat racun dapat dihilangkan sehingga tidak mengganggu ekosistem.
3. Penanggulangan pencemaran udara
Perlu dipikirkan sumber pengganti alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, seperti kendaraan berenergi listrik. Selain itu, dilakukan usaha untuk mendata dan membatasi jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi. Terutama pengontrolan dan pemeriksaan terhadap asap buangan dan knalpot kendaraan bermotor.
4. Diadakan penghijauan di kota-kota besar
Tumbuhan mampu menyerap CO2 di udara untuk fotosintesis. Adanya jalur hijau akan mengurangi kadar CO2 di udara yang berasal dari asap kendaraan bermotor atau asap pabrik. Dengan demikian, tumbuhan hijau bisa mengurangi pencemaran udara. Selain itu, tumbuhan hijau melepaskan O2 ke atmosfer.
5. Penggunaan pupuk dan obat pembasmi hama tanaman yang sesuai
6. Pengurangan pemakaian CFC
Untuk menghilangkan kadar CFC di atmosfer diperlukan waktu sekitar seratus tahun salah satu cara penanggulangannya yaitu dengan mengurangi penggunaan CFC yang tidak perlu oleh manusia. Mengurangi penggunaan penggunaan CFC dapat mencegah rusaknya lapisan ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global.

Kelangkaan BBM pengganti energi alternatif

mendapatkan energi adalah dari panas bumi (geothermal) yang terdapat di bumi Indonesia. Kita semua telah diajarkan sejak sekolah dasar bahwa Indonesia dilalui oleh dua jalur utama pegunungan dunia. Pegunungan tersebut banyak yang masih aktif dan menghasilkan panas bumi didekat perutnya. Hal ini tentu sebuah keuntungan yang tidak ternilai harganya yang bisa kita manfaatkan. Anugerah Tuhan lainnya untuk Indonesia adalah bentuk negaranya yang kepulauan menyebabkan Indonesia memiliki garis pantai yang sangat panjang dan menakjubkan. Bahkan panjangnya mencapai yang terbesar di dunia setelah Kanada. Di pantai ini kita bisa memanfaatkannya dengan mendirikan pembangkit energi tenaga gelombang pasang air laut. Selain itu, pembangkit listrik tenaga angin adalah salah satu alternatif pembangkit energi konvensional .

Dengan semakin menipisnya cadangan energi tak terbarukan di Indonesia, maka pemanfaatan energi alternatif merupakan pilihan tepat. Selain mengurangi resiko pencemaran lingkungan, pemanfaatan sumber listrik tenaga alternatif akan mendorong kepedulian masyarakat terhadap kelestarian sumber daya alam.
Bagaimanapun cemerlangnya solusi yang ditawarkan untuk diwujudkan namun hal tersebut tidak akan menjadi jaminan bangsa kita tidak mengalami defisit energi. Perlu dibarengi dengan penyadaran kolektif kepada berbagai kalangan. Penggunaan alat transportasi sepeda ke kantor adalah salah satu yang mungkin dan realistis. Norwegia sebagai salah satu negara maju telah mencontohkan dengan menggalakkan program yang seperti ini, bahkan memberikan insentif bagi warganya yang melakukan hemat energi seperti ini.

Obesitas adalah salah satu tren penyakit yang menjadi sumber penyakit lainnya dihampir semua negara saat ini. Program penggalakan jalan kaki juga bisa menjadi program yang unggul. Kebanyakan orang mulai tidak menyukai berjalan kaki bahkan untuk bersilaturahmi ke tetangga yang hanya beberapa blok jauhnya. Dengan meningkatnya frekuensi dan volume warga yang berjalan kaki maka pemerintah menghemat dua sektor sekaligus yaitu penghematan energi dan penghematan biaya rumah sakit dan asuransi.

Global warming


Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

 lumpur lapindo
ada 3 aspek yang menyebabkan terjadinya semburan lumpur panas tersebut. Pertama, adalah aspek teknis. Pada awal tragedi, Lapindo bersembunyi di balik gempa tektonik Yogyakarta yang terjadi pada hari yang sama.Kedua, aspek ekonomis. Lapindo Brantas Inc. adalah salah satu perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang ditunjuk BP-MIGAS untuk melakukan proses pengeboran minyak dan gas bumi. Ketiga, aspek politis. Sebagai legalitas usaha (eksplorasi atau eksploitasi), Lapindo telah mengantongi izin usaha kontrak bagi hasil/production sharing contract (PSC) dari Pemerintah sebagai otoritas penguasa kedaulatan atas sumberdaya alam.

Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.
1.Lumpur menggenangi duabelas desa di tiga kecamatan, yang membuat dievakuasinya warga setempat untuk diungsikan serta rusaknya areal pertanian.
2.Lahan dan ternak yang tercatat terkena dampak lumpur hingga Agustus 2006 antara lain:
3.Sekitar 30 pabrik yang tergenang terpaksa menghentikan aktivitas produksi dan merumahkan ribuan tenaga kerja.
4.Empat kantor pemerintah juga tak berfungsi dan para pegawai juga terancam tak bekerja.
5.Tidak berfungsinya sarana pendidikan (SD, SMP), Markas Koramil Porong, serta rusaknya sarana dan prasarana infrastruktur (jaringan listrik dan telepon)
6.Meledaknya pipa gas milik Pertamina akibat penurunan tanah karena tekanan lumpur dan sekitar 2,5 kilometer pipa gas terendam [3].
7.Ditutupnya ruas jalan tol Surabaya-Gempol hingga waktu yang tidak ditentukan,
8.Sebuah SUTET milik PT PLN dan seluruh jaringan telepon dan listrik di empat desa serta satu jembatan di Jalan Raya Porong tak dapat difungsikan.

penanggulangan
Ada pihak-pihak yang mengatakan luapan lumpur ini bisa dihentikan, dengan beberapa skenario dibawah ini, namun asumsi luapan bisa dihentikan sampai tahun 2009 tidak berhasil sama sekali, yang mengartikan luapan ini adalah fenomena alam. Skenario pertama, menghentikan luapan lumpur dengan menggunakan snubbing unit pada sumur Banjar Panji-1Skenario kedua dilakukan dengan cara melakukan pengeboran miring (sidetracking) menghindari mata bor yang tertinggal tersebut.Skenario ketiga, pada tahap ini, pemadaman lumpur dilakukan dengan terlebih dulu membuat tiga sumur baru (relief well).
Antisipasi kegagalan menghentikan semburan lumpur
Pilihan pertama adalah meneruskan upaya penangangan lumpur di lokasi semburan dengan membangun waduk tambahan di sebelah tanggul-tanggul yang ada sekarang. Pilihan kedua adalah membuang langsung lumpur panas itu ke Kali Porong.

situgintung
sebab
Pertama, standar operasi dan pemeliharaan (SOP) kurang begitu ketat diperhatikan.
Kedua, Pengelolaan tata ruang yang tidak dilakukan sesuai aturan. Di sekitar danau/situ/ waduk/bendungan tidak boleh ada bangunan dengan jarak > 200 meter. Pada jarak itu merupakan areal sabuk hijau (greenbelt) yang ditanami tanaman keras sebagai pelindung tanggul.
Ketiga, Kerusakan lingkungan di DAS bagian hulu sungai. Kerusakan hulu sungai yang parah menyebabkan aliran permukaan (run off) langsung masuk ke dalam sungai bersama tanah yang mengalir ke dalam Situ Gintung.
keempat, tidak adanya upaya serius pemerintah (Gubernur Banten) dalam pemeliharaan (maintenance) Situ Gintung yang sudah dibangun sejak tahun 1932.
kelima, kenyataan lain mengatakan bahwa dikarenakan situgintung berubah alih fungsi menjadi lahan pemukiman.

dampak
dampaknya banyak memakan korban jiwa, gedung pendidikan rusak,Kemacetan parah melanda ruas jalan Lebak Bulus-Ciputat sebagai dampak adanya musibah Situ Gintung di Ciputat, Tangerang. Kemacetan arus lalu lintas mencapai 5 kilometer.selain itu tidak hanya kerugian material tapi juga kerugian spiritual.

penanggulangan
1. Segera revisi beberapa kebijakan pemerintah daerah dengan menjadikan Undang-Undang Lingkungan hidup sebagai payung utama dari kebijakan-kebijakan lain, karena selama ini Undang-Undang Lingkungan hanya dijadikan sebagai pelengkap. Tentunya selain revisi peraturan undang-undang ini, dalam hal pelaksanaan perlunya pengawasan yang ketat.
2. Cukuplah untuk “menghimbau, mengingatkan” pada pelaku perusak lingkungan. Langkah kongrit yang perlu dilakukan adalah dengan penegakan hukum tanpa pandang bulu.
3. Jangan jadikan masyarakat bawah sebagai biang kerok dari permasalahan lingkungan, apakah selama ini pemerintah telah berperan aktif untuk mensosialisasikan perlunya lingkungan yang baik dan sehat, sejauh apakah yang telah dilakukan pemerintah selama ini  memperhatikan hak-hak EKOSOB mereka.
4. Ingat bahwa bumi ini merupakan titipan anak cucu kita nanti.
 

Selasa, 13 Juli 2010

Manajemen industri 2

1. KONSEP DASAR MANAJEMEN INVENTORI / PERSEDIAANDefinisi: Inventori / Persediaan merupakan simpanan material yang berupa bahan mentah, barang dalam proses dan barang jadi.
Pengendalian Persediaan: aktivitas mempertahankan jumlah persediaan pada tingkat yang dikehendaki. Pada produk barang, pengendalian persediaan ditekankan pada pengendalian material. Pada produk jasa, pengendalian diutamakan sedikit pada material dan banyak pada jasa pasokan karena konsumsi sering kali bersamaan dengan pengadaan jasa sehingga tidak memerlukan persediaan.
Alasan Mengelola Persediaan:
• Persediaan merupakan investasi yang membutuhkan modal besar.
• Mempengaruhi pelayanan ke pelanggan.
• Mempunyai pengaruh pada fungsi operasi, pemasaran, dan fungsi keuangan.
Jenis Persediaan:
• Persediaan barang jadi biasanya tergantung pada permintaan pasar (independent
demand inventory).
• Persediaan barang setengah jadi dan bahan mentah ditentukan oleh tuntutan proses
produksi dan bukan pada keinginan pasar (dependent demand inventory).
Tujuan Persediaan:
• Menghilangkan pengaruh ketidakpastian (misal: safety stock).
• Memberi waktu luang untuk pengelolaan produksi dan pembelian.
• Untuk mengantisipasi perubahan pada permintaan dan penawaran.
Fungsi Persediaan :
• Fungsi Decouping Dilakukan oleh perusahaan yang mengadakan pengelompokan operasional secara terpisah. Memungkinkan operasi internal dan eksternal mempunyai kebebasan.
• Fungsi Econolic Lot Size Penyimpanan persediaan bahan dalam jumlah besar dengan mempertimbangkan adanya discount pembelian, kapasitas dan kondisi gudang serta keperluan operasi.
• Fungsi Antisipasi Penyimpanan persediaan berfungsi sebagai penyelamat jika terjadi keterlambatan datangnya pesanan atau jika ada permintaan musiman.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan:
• Penentuan berapa besar dan kapan pemesanan harus dilakukan.
• Struktur biaya persediaan.
a. Biaya per unit (item cost)
b. Biaya penyiapan pemesanan (ordering cost)
- Biaya pembuatan perintah pembelian (purchasing order)
- Biaya pengiriman pemesanan
- Biaya transportasi
- Biaya penerimaan (Receiving cost)
- Jika diproduksi sendiri maka akan ada biaya penyiapan (set up cost): surat menyurat dan biaya untuk menyiapkan perlengkapan dan peralatan.
c. Biaya pengelolaan persediaan (Carrying cost)
- Biaya yang dinyatakan dan dihitung sebesar peluang yang hilang apabila nilai persediaan digunakan untuk investasi (Cost of capital).
- Biaya yang meliputi biaya gudang, asuransi, dan pajak (Cost of storage). Biaya ini berubah sesuai dengan nilai persediaan.
d. Biaya resiko kerusakan dan kehilangan (Cost of obsolescence, deterioration and loss).
e. Biaya akibat kehabisan persediaan (Stockout cost).

Hal-hal yang sangat dipengaruhi oleh tingkat persediaan :
• Kualitas
• Kapasitas berlebih
• Rekayasa Produk
• Kemampuan merespon pelanggan
• Harga
• Tenggang waktu
• Lembur
• Profitabilitas keseluruhan

2. Klasifikasi Inventori
Ada beberapa macam klasifikasi inventori, menurut Dobler at al, ada beberapa klasifikasi inventori yang digunakan oleh perusahaan, antara lain :
• Inventori Produksi
Yang termasuk dalam klasifikasi invetori produksi adalah bahan baku dan bahan-bahan lain yang digunakan dalam proses produksi dan merupakan bagian dari produk. Bisa terdiri dari dua tipe yaitu item spesial yang dibuat khusus untuk spesifikasi perusahaan dan item standart produksi yang dibeli secara off-the-self.
• Inventori MRO (Maintaintenance, Repair, and Operating supplies)
Yang termasuk dalam katagori ini adalah barang-barang yang digunakan dalam proses produksi namun tidak merupakan bagian dari produk. Seperti pelumas dan pembersih.
• Inventori In-Process
Yang termasuk dalam katagori inventori ini adalah produk setengah jadi. Produk yang termasuk dalam katagori inventori ini bisa ditemukan dalam berbagai proses produksi.
• Inventori Finished-goods
Semua produk jadi yang siap untuk dipasarkan termasuk dalam katagori inventori finished goods. PT XYZ adalah sebuah swalayan yang menjual produk-produk yang siap untuk dipakai. Tidak ada proses pengolahan yang ada disana, sehingga semua inventori yang dimilikinya termasuk dalam katagori ini.

3. Masalah dalam Menejemen Inventori
Masalah dalam menejemen Inventori yang dihadapi inventory controll adalah :
• Item mana saja yang harus disesiakan atau disimpan di gudang. Suatu item akan selalu disediakan sebagai suatu persediaan di gudang atau dibeli. Yang perlu diperhatukan juga apakah item yang ada akan terus disimpan atau sudah waktunya ditukar atau diganti. Mungkin saja banyak item yang sudah rusak atau ketinggalan jaman.
• Berapa jumlah persediaan yang harus dibeli. Kita harus mengetahui terlebih dulu biaya-biaya yang berhubungan dengan inventori.
• Kapan waktunya suatu pembelian harus dilakukan. Suatu inventori controll yang bagaimana harus digunakan.

4. Biaya yang terkait Inventori
Menurut Dobler et al terdapat 2 (dua) macam biaya yang terkait dengan biaya inventori yaitu
• Biaya Pemeliharaan (Carrying Cost) Biasanya berkisar antara 23-35 persen dari total nilai inventori perusahaan pertahun, yang terdiri dari :
- Biaya kesempatan dari dana yang diinvestasikan sebesar 12-20 %
- Biaya asuransi sebesar 2 – 4 %
- Pajak properti sebesar 1 – 3 %
- Biaya penyimpanan sebesar 1 – 3 %`
- Kadaluarsa sebesar 4 – 10 % Total 20 – 40 %
• Biaya Akuisisi

Faktor yang terkait dengan biaya akuisisi adalah proses pengadaan dan
administrasi, yang terdiri dari :
- Biaya operasi dan gaji pegawai
- Biaya material seperti kertas, amplop, dan alat tulis lainnya.
- Biaya pelayanan seperti telepon, fax dan biaya pengiriman.

7. Manfaat Manajemen Inventori
Manajemen Persediaan memungkinkan perencanaan yang efektif dengan menjaga jumlah yang optimal dari persediaan yang menghasilkan pengurangan biaya persediaan. Manjemen persediaan memberikan manfaat-manfaat seperti:

Pengontrolan Persediaan yang Lebih Baik
Fleksibilitas dari distribusi dan penyimpanan barang-barang secara menyeluruh memungkinkan perusahaan untuk memantau dan mengontrol persediaan sesuai dengan bisnis mereka. Akses yang instan terhadap data-data yang kritis meliputi ketersediaan peresediaan, jumlah yang ada, jumlah yang harus diorder lagi dan biaya yang dapat diketahui pada saat itu juga terhadap persediaan untuk direspos secara cepat dalam rangka pengambilan keputusan, sistem dengan kemampuan mengelolah beberapa lokasi yang berbeda-beda memungkinkan manajemen dari gudan-gudang yang berbeda-beda dan penelusuran persediaan melalui lot, secara seri atau menggunakan level.

Pengoptimalan Ruangan & Penggunaan Sumber Daya
Otomatisasi, pemusatan dan perampingan dari tugas-tugas manajemen persediaan meliputi perputaran bahan-bahan (material routing), arus kordinasi bahan-bahan melalui bisnis proses yang berbeda dan kunci pemantauan kinerja membantu pengguna mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja, ruangan, peralatan. Konfigurasi multi lelvel yang fleksibel untuk pergerakkan stok sesuai dengan proses bisnis yang spesifik, pemilihan methodology, prioritas beban pekerjaan perputaran dan struktur pergudangan, Tabahannya, peningkaan staff dan efisiensi proses.

Pengurangan Persediaan dan Meningkatkan Ketersediaan Kas
Perencanaan stok yang efektif memungkinakan menjaga jumlah optimal dari persediaan, bisa menghasilkan dana kas melalui dua cara: Pertama, mengurangi biaya operasional dari penyimpanan dan pengasuransian dari stok, kedua, level persediaan yang ideal berarti tidak ada biaya yang mengikuti jumlah yang tidak diperlukan dari bahan-bahan, barang dalam proses dan barang jadi.

8. Contoh Manajemen Inventori
a. Perancangan Sistem informasi Menejemen Inventori di CV. Arwana Tech Malang (M.Mufti N).
b. Sistem Menejemen Inventori pada Perusahaan Layanan Jasaboga Pesawat Udara


Pemahaman Mutu
b.1 Pengertian Mutu
Pengertian mutu terus berkembang dari masa ke masa. Awalnya konsep mutu hanya memfokuskan pada kesesuaian dengan persyaratan. Hal ini dapat kita lihat dari definisi mutu yang disampaikan oleh Josep M. Juran yaitu “mutu sebagai kecocokan untuk pemakaian (fitness for use)”. Sementara W. Edwards Deming menyatakan perlunya perbaikan dan pengukuran mutu secara terus menerus untuk mengeleminasi variasi, dengan menggunakan alat-alat statistik. Strategi Deming ini bersifat bottom-up dimana karyawan harus terlibat dalam memecahkan persoalan.

b.2 Parameter dan Dimensi Mutu
Dari definisi mutu di atas terlihat tidaklah cukup bila kita memproduksi suatu produk hanya dengan memenuhi spesifikasi atau memberikan jasa yang memenuhi persyaratan manajemen, karena mutu didukung oleh 3 parameter penting yaitu mutu desain (quality of design), mutu kesesuaian (quality of confonformance), dan mutu penggunaan (quality of use).

• Quality of design : desain mencerminkan suatu produk atau jasa sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan. Semua karakteristik yang penting sebaiknya didesain ke dalam produk atau jasa.
• Quality of conformance : Produk/jasa yang diberikan memenuhi persyaratan/standar desain.
• Quality of use : pemakai terus menerus merasa aman menggunakan produk/jasa yang diberikan.

Sedangkan 3 dimensi mutu yang perlu diperhatikan adalah :
• Dimensi mutu bisnis ( The business quality dimension) : bahwa bisnis memberi pelayanan kepada masyarakat. Pelanggan tidak hanya tertarik dengan mutu produk/jasa, tetapi juga pada keputusan organisasi terhadap tingkat mutu produk, kepedulian terhadap lingkungan, kesehatan dan lain-lain.
• Dimensi mutu produk (The product quality dimension): bahwa produk atau jasa yang diberikan harus memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan.
• Dimensi mutu organisai ( The organization quality dimension) : Organisasi perlu memaksimalkan efisiensi dan efektivitasnya, mengurangi limbah, dan memiliki hubungan yang baik dengan manusia

b.3 Mempertahankan dan Meningkatkan Mutu
Faktor faktor mana yang harus di tinjau, bagaimana penampilan yang di inginkan dan seterusnya ditentukan secara subjektif oleh pihak pengguna (konsumen). Untuk dapat menghasilkan produk dengan tingkat kualitas yang tinggi maka pihak penyedia barang atau jasa harus selalu mengikuti selera konsumen yang telah dikenal lelalu berubah, berkembang menuju kesempurnaan produk saat digunakan. Bila penyedia jasa ingin selalu memuaskan keinginan konsumen sebagai jalan untuk memperoleh pelanggan / konsumen, maka penyedia harus selalu dengadakan penyesuaian baik atas metoda, proses, organisasi, fasilitas pendukung dll guna dapat mengikuti selera konsumen.


Daftar persyaratan sertifikat ISO 9000 tersebut meliputi:
a) Management Responsibility
b) Quality System Documentation
c) Contract Review
d) Design Control
e) Purchasing
f) Process Control
g) Inspection and Testing
h) Calibration
i) Internal Auditing
j) Handling of Rejected Products
k) Corrective Action
c.1 Sistem Manajemen Mutu seri ISO
ISO 9000:2000 adalah versi terakhir yang terdiri dari 3 dokumen terkait, yang masing-masing memiliki fungsi berbeda ( telah diadopsi menjadi Standar Nasional
Indonesia SNI 19-9000 pada tahun 2001), terdiri dari :
• ISO 9000/SNI19-9000 : Sistem Manajemen Mutu – Dasar-dasar dan Kosakata .
Standar ini menguraikan dasar-dasar sistem manajemen mutu dan merincikan istilah bagi sistem manajemen mutu.
• ISO 9001/SNI 19-9001 : Sistem Manajemen Mutu – Persyaratan. Standar ISO 9001 merinci persyaratan dalam sistem manajemen mutu, bila organisasi perlu menunjukkan kemampuannya dalam menyediakan produk yang memenuhi persyaratan pelanggan dan peraturan yang berlaku serta meningkatkan kepuasanpelanggan.
• ISO 9004/SNI 19-9004 : Sistem Manajemen Mutu – Panduan untuk Perbaikan Kinerja Standar ISO 9004 menyediakan panduan yang mempertimbangkan baik keefektifan maupun efisiensi sistem manajemen mutu. Sasaran standar ini adalah perbaikan kinerja organisasi dan kepuasan pelanggan dan pihak berkepentingan lainnya. Dari ketiga dokumen tersebut, standar yang dijadikan dasar untuk keperluan sertifikasi hanya ISO 9001/SNI 19-9001. Model ini mengarahkan komitmen manajemen untuk selalu memuaskan pelanggannya.

c.2 Pinsip Menejemen Mutu ISO
Dalam ISO terdapat delapan prinsip sistem manajemen mutu yang dijadikan sebagai acuan kerangka kerja yang membimbing organisasi menuju peningkatan kerja.
Kedelapan prinsip sistem manajemen mutu yang terdapat dalam ISO, adalah :
1. Fokus pelanggan
Pelanggan merupakan bagian yang sangat penting bagi organisasi, oleh sebab itu manajemen organisasi harus benar-benar memahami, memenuhi kebutuhan pelanggan saat ini dan yang akan datang bahkan melebihi harapan pelanggan.
2. Kepemimpinan
Pemimpin sangat penting dalam menciptakan kesatuan arah dan tujuan organisasi, menciptakan dan mempertahankan lingkungan internal sehingga personel terlibat secara penuh untuk mencapai tujuan organisasi.
3. Keterlibatan personel
Keterlibatan personel secara penuh pada semua tingkatan organisasi sangat penting sehingga kemampuan personel dapat digunakan untuk kepentingan organisasi.
4. Pendekatan proses
Pendekatan proses sangat penting untuk mencapai hasil yang diinginkan agar lebih efisien, dengan mengelola aktivitas dan sumber-sumber daya yang berkaitan sebagai suatu proses. Proses merupakan integrasi yang berurutan dari personel, material, metode, mesin, dan peralatan, dalam suatu lingkungan untuk menghasilkan keluaran yang memiliki nilai tambah bagi pelanggan.
5. Pendekatan sistem terhadap manajemen
Pengidentifikasian, pemahaman dan pengelolaan proses-proses yang saling
berkaitan sebagai suatu sistem yang mendukung efektivitas dan efisiensi
organisasi dalam mencapai tujuantujuannya.
6. Peningkatan berkesinambungan
Peningkatan berkesinambungan akan meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan dan harus menjadi komitmen perusahaan. Peningkatan berkesinambungan merupakan suatu proses berkesinambungan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi dalam memenuhi kebijakan dan mencapai tujuan organisasi.
7. Pendekatan faktual dalam pengambilan keputusan
Keputusan yang efektif harus berdasarkan analisis data dan informasi yang faktual, sehingga masalah-masalah mutu dapat terselesaikan secara efektif dan efisien. Keputusan yang diambil harus ditujukan untuk meningkatkan kinerja organisasi dan efektivitas implementasi system manajemen mutu.
8. Hubungan pemasok yang saling menguntungkan
Organisasi dan pemasok-pemasoknya saling tergantung dan hubungan yang saling menguntungkan akan meningkatkan kemampuan bersama dalam menciptakan nilai tambah bagi pelanggan.

d. Tujuan ISO 9000
Tujuan utama perusahaan mengadopsi sertifikat ISO 9000 adalah:
• Organisasi harus mencapai dan mempertahankan kualitas produk dan jasa yang dihasilkan, sehingga secara berkesinambungan dapat memenuhi kebutuhan para pembeli.
• Organisasi harus memberikan keyakinan kepada manajemen sendiri bahwa kualitasyang dimaksudkan itu telah dicapai dan dapat dipertahankan.
• Organisasi harus memberikan keyakinan kepada pembeli bahwa kualitas yang dimaksudkan itu telah atau akan dicapai dalam produk/jasa yang dijual (Fandy.T. dan Anastasia D.,2001).

Sedangkan menurut Nursya’bani Purnama (2005) standar ISO 9000 diciptakan untuk memenuhi lima tujuan, yaitu:
• Mencapai, mempertahankan, dan menemukan perbaikan kualitas produk secara terus-menerus dan berkesinambungan (termasuk layanan) dalam hubungannya dengan persyaratan.
• Meningkatkan kualitas operasi secara terus-menerus untuk memenuhi harapan konsumen dan pemilik perusahaan.
• Memberikan kepercayaan kepada manajemen internal dan pekerja bahwa persyaratan kualitas telah terpenuhi dan perbaikan telah dilakukan.
• Memberikan kepercayaan kepada konsumen dan pemilik bahwa persyaratan kualitas telah terpenuhi dalam produk yang dikirimkan.
• Memberikan kepercayaan bahwa persyaratan system kualitas telah terpenuhi.

e. Manfaat memperoleh sertifikat ISO
Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh jika memperoleh sertifikat ISO 9000, yaitu:
• Perusahaan yang telah bersertifikat ISO 9000 diizinkan untuk mengiklankan bahwa kualitas perusahaan telah diakui secara internasional.
• Audit kualitas yang merupakan sebagian tugas ISO 9000 tidak perlu dikerjakan lagi oleh internal perusahaan.
• Operasi organisasi dapat menjadi lebih efektif dan efisien.
• Meningkatkan kesadaran akan kualitas dalam organisasi termasuk dindalamnya kultur anggota organisasi untuk terus mempertahankan sertifikat ISO 9000 tersebut (Husain Umar,2003). Selain itu, manfaat yang akan diperoleh setiap perusahaan jika memperoleh
sertifikat ISO 9000 adalah :
• Memperoleh akses yang lebih besar untuk memasuki pasar luar negeri terutama yang mensyaratkan harus dipenuhi standar ISO 9000.
• Memiliki kesesuaian (compability) dengan pemasok dari luar negeri (Fandy T. dan Anastasia D.,2001).

e.1 Hubungan Kualitas dan Penjualan
Standar ISO 9000 dimaksudkan untuk mendorong perusahaan dalam merancang system kualitas yang sesuai untuk suatu produk, proses, dan praktek tertentu pada suatu perusahaan. Melalui ISO 9000 diharapkan perusahaan dapat menghasilkan barang/jasa yang berkualitas. Keuntungan yang didapatkan perusahaan jika menyediakan barang yang berkualitas adalah diperolehnya pendapatan penjualan yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah, yang pada akhirnya akan meningkatkan profitabilitas dan pertumbuhan perusahaan.
Perusahaan yang memberikan kualitas lebih, akan memberikan customer value yang lebih baik pula. Dengan begitu, perusahaan dapat mempertahankan konsumen yang sudah ada, menarik konsumen baru, dan mengalihkan perhatian konsumen produk pesaing. Upaya ini pada akhirnya akan meningkatkan pangsa pasar total penjualan. Kualitas produk yang sesuai dengan harapan konsumen akan memberikan keuntungan perusahaan dalam menetapkan harga yang lebih tinggi yang pada akhirnya akan menyebabkan naiknya total penjualan yang merupakan indikasi suatu pertumbuhan pangsa pasar (Nurmala Ahmar dan Wiwik Kurnia,(n.d.)).
e.2 Hubungan Kualitas, Profitabilitas, Daya Saing, dan ISO 9000
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas baik produk ataupun proses suatu perusahaan adalah dengan memperoleh sertifikat ISO 9000. Jika kualitas yang dihasilkan perusahaan superior dan pangsa pasar yang dimiliki besar, maka profitabilitas perusahaan tersebut terjamin (Fandy T. dan Anastasia D.,2001). Kualitas juga dapat mengurangi biaya. Adanya pengurangan biaya ini pada gilirannya akan memberikan keunggulan kompetitif berupa peningkatan profitabilitas dan pertumbuhan. Dengan demikian, kualitas yang dicapai melalui ISO 9000 mempunyai hubungan yang sangat erat dengan profitabilitas. Selain hal tersebut di atas, perusahaan yang menawarkan produk atau jasa superior juga dapat mengalahkan persaingan industri yang semakin ketat sekarang ini. Meningkatnya intensitas persaingan dan jumlah pesaing menuntut setiap perusahaanuntuk selalu mempertahankan kebutuhan dan keingininan konsumen serta berusaha memenuhi apa yang mereka harapkan dengan cara yang lebih memuaskan daripada yang dilakukan para pesaing. Melalui ISO 9000, perusahaan dapat terus meningkatkan kualitas produk yang terkait dengan kebutuhan pelanggan, ataupun meningkatkan prosesnya sehingga dapat bersaing di pasar global. Peningkatan tersebut dinyatakanpada klausul 8 ISO 9001:2000 yang mengharuskan perusahaan yang telah memperoleh sertifikat ISO 9000 untuk melakukan peningkatan terus-menerus sehingga daya saing perusahaan menjadi lebih optimal.

f. Rangkuman
• Mutu adalah jaminan kualitas suatu produk ataupun jasa, mutu sebuah produk merupakan faktor yang penting dalam proses pemasarannya.
• ISO 9000 adalah nomor acuan pada suatu seri standar internasional yang menjabarkan kriteria sistem manajemen kualitas
• Standar ISO 9000 dimaksudkan untuk mendorong perusahaan dalam merancang system kualitas yang sesuai untuk suatu produk, proses, dan praktek tertentu pada suatu perusahaan
• Salah satu tujuan ISO adalah mencapai, mempertahankan, dan menemukan perbaikan kualitas produk secara terus-menerus dan berkesinambungan (termasuk layanan) dalam hubungannya dengan persyaratan.
• Operasi organisasi dapat menjadi lebih efektif dan efisien, perusahaan yang telah bersertifikat ISO 9000 diizinkan untuk mengiklankan bahwa kualitas perusahaan telah diakui secara internasional.

Manajemen Persediaan
Pengertian Persediaan : Persediaan adalah berbagai produk yang diperlukan perusahaan untuk melakukan proses produksi.
Terdapat 5 jenis konsep persediaan :
-bahan baku (raw-materials)
-komponen (components)
-produk dalam proses pengerjaan (work in process)
-barang jadi (final goods)
-barang pasokan (supplies).

Pengertian Produktifitas
ukuran sampai sejauh mana sebuah kegiatan mampu mencapai target kuantitas dan kualitas yang telah ditetapkan
Manajemen Jasa adalah pendekatan keseluruhan dari perusahaan dalam mewujudkan tercapainya kualitas pelayanan atau jasa sebagaimana yang diinginkan oleh konsumen, dan merupakan faktor pendorong utama dalam operasi bisnis
Segitiga Jasa menurut Albrecht
-strategi pelayanan yang baik (well-conceived service strategy)
-penempatan orang-orang yang berorientasi pelanggan untuk berhadapan dengan pelanggan (customer-oriented front-line people)
-penerapan sistem pelayanan yang bersahabat (customer-friendly systems).

MANAJEMEN PERGUDANGAN
Pengelolaan fungsi gudang yang baik ikut berperan penting dalam kesuksesan suatu perusahaan.Penyimpanan dan penanganan barang yang efektif dan efisien perlu dipahami agar fungsi gudang bisalebih ditingkatkan. Training ini akan membahas unsur-unsur manajemen pergudangan, pentingnya fungsi pergudangan, usaha menciptakan efektivitas pergudangan, konsep 5-R serta sistem informasi dalam pergudangan.

Materi Training:
1. Aktivitas pegudangan:
a. Penerimaan & penanganan
b. Penyimpanan
c. Pengeluaran
d. Pengendalian/pengontrolan
e. Perawatan
2. Penerapan 5R dalam pergudangan (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin).
3. Inventory management (manajemen sediaan) meliputi : incoming, process (WIP), finished goods, agar dapat memonitor tingkat inventori yang tepat, menjaga catatan simpan secara akurat, tepat waktu dan tepat saji.
4. Dead Stock Management
5. Stock opname
6. Sistem pengendalian inventory: Order Point System, MRP System
7. Merancang layout gudang
8. Sistem FIFO
9. Konsep just in time
Target peserta: Manager dan staf bagian pergudangan, bagian operasional, staf bagian produksi & bagian pembelian.
Metode training: Pembahasan konsep, diskusi kasus, latihan.


Warehouse atau pergudangan berfungsi menyimpan barang untuk produksi atau hasil produksi dalam jumlah dan rentang waktu tertentu yang kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan permintaan. Kendala yang dihadapi dalam pengelolaan warehouse adalah akurasi pergerakan barang dan menghitung rentang waktu barang disimpan. Dibutuhkan kontrol aktivitas pergerakan barang dan dokumen untuk meningkatkan efisiensi penggunaan warehouse agar jumlah dan rentang waktu barang disimpan dalam nilai minimum atau sesuai perencanaan.

Pengawasan dengan menggunakan sistem, memberikan kemudahan pengelolaan dan nilai tambah warehouse, yaitu:
1.Memudahkan pengelola warehouse memberikan informasi ketersediaan suatu barang kepada bagian perencanaan produksi atau pengiriman agar ketersediaan barang tetap pada tingkat yang aman
2.Penempatan barang yang ditentukan oleh sistem sehingga memudahkan penyimpanan, pengambilan dan perhitungan stok
3.Mengurangi lead time dari aktivitas penyimpanan barang dan pengiriman barang
4.Ketersediaan beragam informasi mengenai level barang dan utilitas warehouse memudahkan analisa untuk menyusun strategi penggunaan warehouse yang lebih efisien

Sistem adalah kumpulan interaksi dari sub sistem, dan Manajemen adalah ilmu mengelola sumber daya, sedangkan Gudang adalah tempat penyimpanan barang sementara. Secara ringkas sistem manajemen gudang mengandung pemahaman : pengelolaan dari aktifitas yang saling terkait dalam aktifitas penyimpanan barang sementara. Apa saja aktifitas penyimpanan barang itu? Penerimaan dari pemasok, handling barang, pengeluaran barang ke tujuan adalah garis besar dari aktifitas penyimpanan.


Saat ini gudang memiliki arti luas dan lebih dari sekedar tempat penyimpanan saja. Gudang itu sendiri tidak menambah nilai barang secara langsung, tidak ada perubahan citarasa, bentuk, kemasan, dll. Intinya tidak ada kegiatan proses operasi pada barang, yang ada adalah aktifitas transportasi barang dari satu tempat ke tempat lainnya, itu secara umum kegiatan di Gudang.

Beberapa aktifitas di dalam gudang secara sederhana :
1. Administrasi.
2. Penerimaan barang.
3. Penyimpanan barang.
4. Pengepakan barang ke tempat yang dituju.
5. Pengeluaran barang.

Aktifitas ini saling terkait, dan secara personalia harus dikepalai oleh satu orang, semisal Kepala bagian, Supervisor atau semacamnya. Tiap kepala bagian diharuskan menguasai pengendalian pada bagiannya, pengendalian yang harus dilakukan :
1. Pengendalian Operasional
2. Pengendalian Biaya
3. Pengendalian Personalia

Operasional, Biaya dan Personalia saling berkaitan. Menurut saya penguasaan mendalam dan kontrol ketat pada ketiga bagian itu akan melahirkan kondisi yang sehat bagi gudang, ketiga bagian ini perlu terus dikembangkan. Misalnya Pengendalian Personalia, jangan hanya puas dengan kondisi saat ini, jika dapat upgrade lah kemampuan anak buah dengan berbagai hal kreatif. Kepala bagian juga secara rutin berkomunikasi dalam satu forum besar, semisal briefing pagi, atau briefing target2 dan kesalahan-kesalahan yang masih ada. Menurut saya juga tidak ada satu sistem kerja yang sempurna, selalu ada yang lebih baik.

Setiap bagian dalam gudang akan saya bahas pada kesempatan berikut. Meninjau secara umum sistem manajemen gudang sangat menarik bagi orang yang berkecimpung di dalamnya, mengapa? Paling tidak ada beberapa alasan :
Dalam lingkup gudang SDM yang dihadapi level pekerja kasar dan sulit diatur, sehingga diperlukan sebuah pendekatan yang personal dan unik dibandingkan kantoran.
Variabel yang ada sulit dikendalikan, sehingga kapasitas perlu diperbesar setiap hari dalam menangani masalah.
Gudang sebagai pusat logistik namun tidak memberi nilai tambah secara langsung, sehingga prestasi kerja tidak begitu Nampak. Jadi sesempurnanya sebuah gudang, memang begitulah seharusnya dan bukan sebuah prestasi. Misal, biaya gudang harus di bawah 5%, sangat sulit, tetapi ketika kita mencapainya tidak ada prestasi tersendiri, lumrah. Beda dengan Sales yang bisa sekreatif mungkin memainkan angka-angka.
Barang rusak dan hilang nilainya tinggi jika tidak ada pengendalian-pengendalian yang di manaje secara professional.

Sampai saat ini bergerak di bidang logistik, merupakan hal menarik. Lebih kepada behind the scene namun sangat vital dalam sebuah perusahaan yang memiliki Gudang. Secara tidak langsung distribusi logistik pemilu kacau disebabkan belum ada penguasaan mendalam, oleh sebab itu Manajemen Logistik perlu di angkat dan dipelajari dari suatu hal yang sederhana dan kecil sampai suatu sistem yang kompleks dan rumit. Sumber pembelajaran terdapat banyak di situs luar negeri, namun tentunya adopsi yang sesuai dengan karakteristik perusahaan merupakan hal paling baik untuk mencapai produktifitas.

Di dalam bisnis pergudangan, material atau barang selalu ada kaitannya dengan kehilangan barang, barang rusak atau menemukan barang. Jika barang – barang ini tidak dikelola dan tidak diolah di dalam sistem maka akan menjadi distorsi material. Kasus jumlah barang tidak match di akhir bulan atau ketika tutup buku di akhir periode akan menjadi masalah besar di dalam sebuah management pergudangan.

Sistem pergudangan/inventory yang baik harus menyediakan sebuah sistem berita acara gudang. Berita acara gudang ini terdiri dari beberapa kasus :

a. Barang Hilang
Kehilangan barang artinya akan mengurangi stok yang ada di gudang, sehingga ada transaksi pengeluaran barang berdasarkan berita acara gudang barang hilang.

Beban harga barang bisa ditanggungkan oleh penjaga gudang atau ditanggung perusahaan/internal sendiri, sehingga tracking transaksi barang tidak hilang.

Untuk bisnis prosesnya bisa dibuat seperti ini
1. Petugas Gudang membuat surat berita acara gudang (BAG)
2. Supervisor melakukan approval
3. Kepala Gudang melakukan approval
Ketika approval ini, jumlah barang yang ada di gudang akan keluar.

b. Barang Temuan
Sebagaimana dengan kasus barang hilang, jika ada sebuah kasus barang ditemukan, maka dia akan menambah stok fisik di dalam gudang. Jika dia tidak dimasukkan ke dalam sistem maka menimbulkan selisih dan ujung2nya barang itu akan tidak kepakai.

Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, barang temuan ini harus dimasukkan ke dalam sistem. Dengan prosedur Berita Acara Gudang.

Kebalikan dari barang hilang, dia akan menambah stok di sistem dan di fisik.
Sehingga butuh prosedur yang bisa dibuat seperti ini :
a. penjaga gudang buat BAG temuan barang
b. di setujui oleh supervisor
c. dan disetujui oleh kepala gudang.